Mulailah mengetik pada pencarian di atas dan tekan tombol kaca pembesar untuk mencari.

Pusdiklat BNPB Selenggarakan Bimbingan Teknis Evaluator Program Pelatihan Bagi Pegawai Perdana di Tahun 2024

Dilihat 893 kali
Pusdiklat BNPB Selenggarakan Bimbingan Teknis Evaluator Program Pelatihan Bagi Pegawai Perdana di Tahun 2024

Foto : Peserta Bimbingan Teknis Evaluator untuk Program Pelatihan Pegawai di lingkungan Pusdiklat Penanggulangan Bencana (PB), di Training Center, Pusdiklat PB BNPB, Senin (22/1). (Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Evaluator untuk Program Pelatihan Pegawai di lingkungan Pusdiklat Penanggulangan Bencana (PB), di Training Center, Pusdiklat PB BNPB, Senin (22/1).

Penyelenggaraan bimbingan teknis evaluator ini sejalan dengan amanat Peraturan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Pelatihan, yang mana dibutuhkannya sumber daya aparatur yang kompeten dalam mengelola sebuah pelatihan agar dapat berjalan dengan baik dan lancar. Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Pusdiklat BNPB Kheriawan, S.Pd.I yang sekaligus membuka program tersebut.

Kepala Bidang Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Apriyuanda G B Pradana, M.Sc., dalam laporan kegiatannya mengatakan program pelatihan ini bertujuan untuk membekali para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pusdiklat PB dalam mengelola pelatihan serta meningkatkan pemahaman teknis bagaimana mengevaluasi dan menjadi evaluator bagi pegawai. 

“Pelaksanaan program pelatihan evaluator ini dilaksanakan mulai 22 Januari- 24 Januari 2024 bertempat di Training Center Pusdiklat PB BNPB. Peserta berjumlah 20 orang yang berasal dari pegawai di lingkungan Pusdiklat. Panitia berasal dari pegawai BNPB dan narasumber berasal dari LAN RI. Hasil yang diharapkan dari program pelatihan ini adalah terwujudnya aparatur sipil negara yang berkompeten khususnya dalam mengelola pelatihan di bidang evaluasi pelatihan,” kata Apriyuanda.

Selama pelaksanaan program bimbingan teknis evaluator ini, peserta diharapkan menyimak materi  dan aktif selama pelatihan berlangsung. Peserta diharapkan juga untuk memanfaatkan apa yang disampaikan oleh narasumber dan menghasilkan output. Kheriawan berharap ada indikator-indikator yang bisa menentukan peserta kompeten atau tidak. 

Pegawai yang nantinya sudah di SK-kan sesuai dengan evaluator tentunya punya hak dan wewenang untuk memberikan evaluasi kepada proses penyelenggaraan pelatihan baik kelulusan peserta, penyelenggara, dan narasumber.  Untuk itu program bimbingan teknis ini dilakukan dengan sebaik-baiknya.


Abdul Muhari, Ph.D. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Penulis

Admin


BAGIKAN