Mulailah mengetik pada pencarian di atas dan tekan tombol kaca pembesar untuk mencari.

BNPB Gelar Kuliah Umum Penanggulangan Bencana di Universitas Halu Oleo

Dilihat 1159 kali
BNPB Gelar Kuliah Umum Penanggulangan Bencana di Universitas Halu Oleo

Foto : BNPB menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Penguatan Kemandirian Daerah Menuju Resiliensi Berkelanjutan”. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Kamis (12/10). (BNPB)


KENDARI - BNPB menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Penguatan Kemandirian Daerah Menuju Resiliensi Berkelanjutan”. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Kamis (12/10). 

Kuliah umum sebagai rangkaian Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) menghadirkan narasumber Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian, S.Si., Apt., M.Kes dan Bupati Konawe Utara Dr. IR. H. Ruksamin, S.T.,M.Si.,IPM, Asean.Eng. Sedangkan Rektor UHO Prof. Dr. Muh. Zamrun Firihu, S.Si., M.Si., M.Sc. dan Staf Ahli Gubernur Sultra sebagai pembicara kunci pada kuliah tersebut.   

Lebih dari 500 unsur pentaheliks bergabung pada kegiatan ini, baik dari unsur pemerintahan (forkopimda), akademisi (dosen/tenaga kependidikan dan mahasiswa), praktisi kebencanaan, media, dan relawan. 

Dalam sambutan pembukanya, Rektor UHO Muh. Zamrun Firihu menyampaikan ucapan terima kasih atas dipilihnya UHO sebagai lokasi penyelenggaraan kuliah umum. 

“Kegiatan ini untuk memberikan informasi tentang kebencanaan dan kebencanaan itu tidak hanya bencana alam saja, tapi juga bencana non alam. Mitigasi dan pengurangan risiko bencana sangat penting. Kampus UHO mendukung untuk pengurangan risiko bencana,” ucap Zamrun. 

Materi pertama dalam kuliah umum ini disampaikan oleh Sekretaris Utama BNPB dengan judul Penguatan Peran Pentaheliks dalam Penanggulangan Bencana. Rustian menyampaikan, bencana adalah everybody’s business dan merupakan tanggung jawab semua pihak, perlu penguatan kemitraan dan sinergitas multipihak (pentaheliks) dalam penanggulangan bencana. 

“Penanggulangan bencana harus inklusif, kolaboratif, dan integratif, tidak silo-silo dan harus bisa membangun jembatan bagi semua pihak untuk mengambil peran, harus terpadu dimana semua pihak memiliki tujuan bersama untuk mewujudkan Indonesia Tangguh Bencana 2045 melalui resiliensi berkelanjutan di Indonesia,” tutur Rustian.

Sementara itu, Bupati Konawe Utara Ruksamin membawakan materi dengan tema "Kepemimpinan dalam Penanggulangan Bencana Daerah" dalam Rangka Kegiatan Peringatan Bulan PRB. Dalam pemaparan Ruksamin menyampaikan poin penting tentang peran kepeminpinan dalam situasi krisis, dimana seorang pemimpin memiliki peran manajerial, yaitu informational, interpersonal dan decisional (pengambil keputusan).

“Kapabilitas seorang pemimpin merupakan tonggak suksesnya organisasi maupun tim dalam meraih tujuan bersama,” ucap Ruksamin. 

“Pemimpin harus mampu melaksanakan fungsi koordinasi dan komunikasi untuk sebuah keputusan dengan cepat di tengah kritik yang terus muncul saat situasi krisis. Koordinasi dengan pakar, Forkopimda dan semua pihak adalah penting,” imbuhnya. 

Sebagai penutup, Ruksamin juga menyampaikan dukungan yang positif terhadap program-program kebencanaan. Di bawah kepemimpinannya, program kerja Kabupaten Konawe Utara, khususnya perencanaan pembangunana daerah sudah terintergrasi dengan rencana penanggulangan bencana. Hal tersebut ditegaskan juga di dalam perumusan visi dan misi kepala daerah.


Abdul Muhari, Ph.D. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Penulis

Admin


BAGIKAN