Mulailah mengetik pada pencarian di atas dan tekan tombol kaca pembesar untuk mencari.

BNPB Gelar Apel Pagi dan Arahan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana

Dilihat 473 kali
BNPB Gelar Apel Pagi dan Arahan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana

Foto : Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Suharyanto S.Sos, M.M. mempimpin kegiatan arahan pimpinan di halaman Graha BNPB, Jakarta, pada Senin (13/11) (Bidang Komunikasi Kebencanaan / Muhammad Arfari Dwiatmodjo)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar apel pagi dilanjutkan dengan arahan pimpinan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto S.Sos, M.M., pada Senin (13/11).

Apel dipimpin oleh Sektretaris Utama Dr. Rustian, S.Si., Apt., M.Kes. yang bertindak sebagai pembina apel. Kegiatan apel diikuti oleh jajaran pimpinan dan pegawai di lingkungan BNPB. 

Apel pagi dilanjutkan dengan kegiatan arahan pimpinan yang dipimpin langsung oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto S.Sos, M.M. Pada kesempatan ini, Suharyanto berbagi motivasi kepada para pegawai di lingkungan BNPB. Arahan pimpinan dibuka dengan ungkapan syukur Suharyanto yang pada bulan November 2023 ini tepat dua tahun mengemban amanah sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana. 

"Saya rasanya masih ingat saat perkenalan dulu di November 2021 sekarang sudah masuk November 2023, dua tahun ini cepat sekali terasa karena berjalan dengan penuh kegembiraan, persaudaraan, dan kenyamanan", ungkap Suharyanto.

Suharyanto menyampaikan, dalam dua tahun masa kepemimpinannya, BNPB mendapat penilaian positif dalam penanggulangan bencana antara lain Gempa Cianjur, Longsor Serasan, serta kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan. Laporan terkini menjelang satu tahun pascagempa Cianjur mencatat sudah 14.000 rumah hunian tetap (huntap) terbangun untuk relokasi korban gempa. BNPB mampu gerak cepat dalam melaksanakan penanganan gempa Cianjur.

Sementara itu, BNPB bersama dengan pihak-pihak terkait mendapatkan apresiasi dari Pemerintah dalam percepatan penanganan bencana tanah longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Penanganan darurat bencana di Pulau Serasan yang berlokasi di perbatasan terluar Indonesia dapat memadai dan  mencukupi hingga beberapa waktu.

Suharyanto juga menyampaikan keberhasilan penanganan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2023. Penanggulangan kejadian karhutla 2023 berjalan baik dibandingkan dengan penanganan karhutla pada 2019 dan 2015 yang terjadi dalam masa fenomena El Nino. Sebagian besar kejadian karhutla sudah terselesaikan dan menyisakan sedikit pekerjaan rumah pada Karhutla di Sumatera Selatan.

Hadir dalam kegiatan ini pejabat Eselon 1 dan 2 serta seluruh pegawai di lingkungan BNPB. Kegiatan arahan pimpinan juga diisi dengan sesi tanya jawab antara pegawai dan pimpinan.

Menutup kegiatan ini, Suharyanto berpesan kepada seluruh keluarga besar BNPB untuk mempertahankan kinerja baik dan menjadi lebih baik di masa depan.

"Yang baik kita harus pelihara dan tingkatkan, yang kurang baik dan tidak sempurna kita harus perbaiki", pungkas Suharyanto.


Abdul Muhari, Ph.D. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

BAGIKAN



Admin Humas

Penulis