WASPADAI CUACA KEMARAU HINGGA AGUSTUS

Pekanbaru (7/7) – Berdasarkan analisis parameter cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 7 Juli 2013, tujuh wilayah perlu diwaspadai karena memiliki potensi mudah terjadi kebakaran. “Wilayah sisi utara Riau yang masih dalam kategori merah dan terdapat lahan gambut perlu diwaspadai”, ujar Agus Wibowo, Kepala Bidang Data BNPB, pada rapat koordinasi di Pos Komando Satuan Tugas Penanggulangan Asap Provinsi Riau, pada Minggu (7/7). 


Citra satelit NOAA 18 mengidentifikasi 15 hotspot di atas wilayah Provinsi Riau. Wilayah yang teridentifikasi terdapat hotspot, antara lain Siak, Bengkalis, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar. Sementara itu, analisis parameter cuaca BMKG menjelaskan wilayah dengan potensi “mudah terbakar” berada pada wilayah Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, dan sebagian Siak.


Menurut Agus Wibowo, cuaca kering perlu diwaspadai hingga hari Kamis depan. Data yang dihimpun BMKG cuaca kering masih akan berlangsung pada Juli ini hingga Agustus. Sementara itu, posko masih melaporkan bahwa belum terjadi hujan sejak dua hari ini. 


Merespon situasi yang masih terdapat titik api dan asap serta area-area yang berpotensi terjadinya kebakaran, satgas darat dan udara tetap melakukan operasi pemadaman darat, teknologi modifikasi cuaca (TMC), dan water bombing. Hari ini satgas udara menyiapkan 3 helikopter untuk water bombing dan 1 pesawat untuk TMC.    


Pada rapat koordinasi tersebut, Gubernur Riau HR Mambang Mit mengatakan bahwa tetap perlu dilakukan TMC dan water bombing. Ini disebabkan oleh dinamika munculnya kembali titik api dan asap di wilayah Riau. Gubernur berpesan untuk menindak secara tegas pelaku pembakaran lahan dan hutan. Gubernur kembali mengucapkan terima kasih atas kerja keras satuan-satuan tugas dan BNPB yang membantuk dalam penanggulangan bencana asap dan api di Riau. (pz).

Related posts