WARGA LERENG MERAPI PERINGATI 3 TAHUN PASCA ERUPSI

Warga lereng Merapi menyelenggarakan sarasehan dengan tema "Mengenang Kejadian Erupsi Merapi 2010 untuk Bangkit Kembali Menuju Masyarakat yang Tangguh Menghadapi Bencana". Kegiatan ini berlangsung pada Senin, (4/11) di Hunian Tetap (huntap) Pager Jurang, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Memanjatkan rasa syukur penanggulangan bencana berjalan dengan baik dan meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan ke depan merupakan tujuan sarasehan untuk memperingati 3 tahun pasca erupsi Merapi. 

Di samping itu, sarasehan ini juga untuk menjalin keakraban antara pemangku kepentingan dengan warga masyarakat. Penyelenggaraan acara ini merupakan kesempatan yang baik untuk merefleksikan pembelajaran yang baik sebagai upaya penanggulangan bencana di Indonesia. 


Rangkaian mengenang tiga tahun ini yaitu sarasehan, pagelaran wayang kulit, apel siaga dan gladi lapang. Pada akhir sarasehan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif menyerahkan wayang kulit sebagai tokoh utama dengan lakon Petruk Dadi Ratu. Pagelaran ini akan didalangi Ki Bambang Nugroho. Sementara itu, apel siaga dan gladi penanggulangan bencana akan diselenggarakan esok hari.


Hadir pada acara ini, 750 warga Lereng Merapi yang tinggal di beberapa huntap di kabupaten Sleman, seperti Karang Kendal, Ploso Kerep, dan Pager Jurang. Selain warga huntap, warga non huntap, komunitas, aparat pemerintah setempat, Muspida Kecamatan Cangkringan, dan unsur-unsur terkait turut mengenang kejadian tiga tahun lalu tersebut. Pada pemangku kepentingan di tingkat pusat, bersama dengan para Pejabat BNPB, Wakil Komisi VIII DPR RI Ina Amalia, perwakilan Pusat Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Balai Penyeledikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) , Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi dan kabupaten/kota, serta Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR)  hadir juga pada sarasehan yang diawali dengan potong tumpeng.

Related posts