USFS Latih BNPB dan Mitra Sebagai Kader ICS

SENTUL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan United States Forest Service (USFS) melatih personel dari BNPB dan beberapa mitra sebagai kader ICS selama enam hari, 24 – 29 Oktober 2016 di Sentul, Jawa Barat. Sebanyak 27 personel dari sembilan institusi mendapatkan sertifikat Advanced Incident Command System (ISC) dan All Hazards Incident Management Team (AHIMT).

Dengan mencetak para kader, BNPB mengharapkan ICS dapat diadaptasikan pada sistem komando tanggap darurat (SKTD) yang selama ini dipraktekkan oleh BNPB dan BPBD. Di samping itu pendekatan dari ICS dapat dimanfaatkan sebagai referensi untuk memperkaya sistem yang sudah dilakukan di Indonesia. Terkait dengan pelatihan kali ini, Spesialis Teknis USFS Rusty Witwer menjelaskan bahwa pelatihan dengan kode ICS – 400 bertujuan untuk menjelaskan bahwa penanganan insiden berskala besar merupakan tantangan manajemen yang bersifat khusus.

“Pelatihan ini dirancang untuk personel senior yang diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan kemampuan pada Area Command atau Sistem Koordinasi Multipihak,” kata Rusty.

ICS merupakan sistem manajemen yang dirancang untuk penanganan insiden secara efektif dan efisien pada level domestik. Karakteristik dari ICS bertumpu pada fasilitas, peralatan, personel, prosedur dan operasional komunikasi dalam sebuah struktur komando. Sistem ini berkembang pada 1970-an setelah serangkaian insiden kebakaran hutan menyebar hingga wilayah kota di California, Amerika Serikat.

"Saya pikir ICS sangat tepat diadaptasikan pada sistem yang ada di Indonesia. Beberapa negara telah mengaplikasikan sistem ini. Saya sangat tertarik dengan ICS karena sistem ini memiliki pembagian peran, struktur, personel, dan prosedur yang jelas. Hal tersebut sangat membantu dalam penanganan insiden apa pun, baik skala kecil maupun besar," kata Yanuarto, peserta BNPB, pada penutupan pelatihan di InaDRTG, Sentul, Jawa Barat, pada Sabtu (29/10).

Di samping itu, ICS sangat menekankan pada aspek kepemimpinan atau leadership. Pelatih ICS dari USFS Joe Reyes. “Empat kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan pada ICS adalah kejujuran, melihat ke depan, kompetensi dan menginspirasi,” kata Joe. Kejujuran merupakan nilai kualitas dimana setiap individu dapat membangun kepercayaan pada setiap anggota dalam tim.

Pelatihan yang didukung oleh USAID ini dihadiri oleh institusi dari pemerintah tetapi juga perguruan tinggi dan dunia usaha. Peserta pelatihan berasal dari BNPB, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, TNI, PMI,  BPBD di lingkungan Provinsi DKI Jakarta, Universitas Indonesia dan PT Semen Padang.

(PHI)

Related posts