Update Penanganan Bencana Gempabumi 7 SR Lombok Utara

Jakarta - Memasuki hari ke-2 penanganan bencana gempabumi 7 SR yang terjadi di Kabupaten Lombok Utara terus dilakukan. Berdasarkan laporan Posko Penanganan Gempabumi Lombok Utara, dampak gempabumi ini telah merenggut 105 jiwa sebanyak 78 jiwa dari Kabupaten Lombok Utara, 2 jiwa  dari Kabupaten Lombok Tengah, 3 jiwa dari Kabupaten Lombok Timur, 16 jiwa dari Kabupaten Lombok Barat,  4 jiwa dari Kota Mataram dan 2 jiwa dari Provinsi Bali. Semua korban jiwa adalah WNI yang tertimpa karena runtuhan bangunan. Selain itu data sementara tercatat sebanyak 236 orang yang mengalami luka-luka dan ribuan masyarakat berada pada Pos Pengungsian.

 

Masa tanggap darurat bencana gempabumi Lombok telah diperpanjang hingga 11 Agustus 2018 oleh Gubernur NTB dengan prioritas awal untuk evakuasi dan penanganan korban luka. Pencarian dan penyelamatan korban terus dilakukan, hingga laporan pukul 10.00 hari ini, wilayah operasi penyelamatan dibagi menjadi 5 titik yaitu : Sektor A : Masjid Desa Lading-lading, Kec, Tanjung, dimana terdapat 1 korban tertimbun ditemukan meninggal dunia dan diperkirakan masih ada korban lain. Sektor B : Puskesmas Tanjung, ditemukan 2 korban meninggal dunia, Sektor C : Desa Supek, Muara Penjalin, Kec. Tanjung, diduga 1 korban tertimbun, Sektor D : Masjid Bangsal, Kec. Pemenang, dan Sektor E : Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air, masih terdapat wisatawan dan warga lokal yang perlu dievakuasi.

 

Potensi nasional telah menindaklanjuti arahan Presiden RI untuk penanganan gempa Lombok agar dilakukan secara cepat dan baik, terutama untuk layanan kesehatan, logistik, kebutuhan dasar dan pendidikan darurat. Upaya dari TNI, saat ini telah mengirimkan sebanyak 387 prajurit terdiri dari 82 personel Yonkes Divisi 2 Kostrad, 100 personel Yonkes Marinir, 100  personel Yon Paskhas, 100 personel Yonzipur 10 Kostrad dan 5 personel Komlek. TNI juga mengerahkan KRI dr Soeharso-990 yang merupakan kapal rumah sakit TNI AL yang dilengkapi banyak fasilitas penunjang kesehatan seperti ruang UGD, tiga ruang bedah, enam ruang poliklinik, 14 ruang klinik dan dua bangsal perawatan inap dengan kapasitas standar 40 tempat tidur. Paskhas TNI AU juga mengirimkan 100 personilnya yang terdiri Tim Kesehatan dan Tim SAR menggunakan Pesawat C 130 Hercules dan A1315 Hercules dari Lanud Halim Perdana Kusuma. POLRI telah memberangkatkan empat satuan setingkat kompi (SSK) (400 orang), lima tim kesehatan (60 orang) dan dua helicopter selain itu Polri juga melakukan pengamanan terhadap aset milik pemerintah.

 

Jaringan komunikasi yang sempat terputus selama beberapa hari sudah dapat teratasi dengan bantuan Kementerian Kominfo yang menyediakan tambahan akses internet melalui jaringan VSAT Portable dengan kapasitas 1 Mb untuk kebutuhan penanganan bencana. Saat ini telah terpasang 4 unit di Posko Pengungsian Madayin, Sembalun, Bayan, dan Sambik Elen, kini ditambahkan di Kantor Bupati Lombok Utara, Desa Pamenang, Dusun Mentareng, Kantor Gubernur, dan RSUD Mataram. Upaya penanganan bencana gempa Lombok juga dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian PU & Pera, Kementerian Sosial, Kementerian Pariwisata, PT. PLN, PT. Pelni, Pertamina hingga Maskapai Garuda Indonesia sesuai dengan potensinya untuk mendukung pemulihan pasca gempa Lombok.

 

Berbagai kendala yang terus diatasi oleh Pemerintah dan pemerintah daerah diantaranya listrik masih padam di Kabupaten Lombok Utara dan sebagian Lombok Timur. Pemadaman terjadi akibat adanya beberapa infrastruktur jaringan dan gardu yang mengalami kerusakan. Selain itu 5 titik jembatan yang rusak di Jembatan Tampes yang menghubungkan Kec. Bayan dengan Kec. Kayangan, jembatan Lokok Duren yang menghubungkan Kec. Kayangan dengan Kec. Gangga, Jembatan Luk, Jembatan Sokong dan Jembatan Lokok Tampes. Masalah air bersih karena keterbatan sumber air dan juga telah memasuki potensi kekeringan serta kegiatan perekonomian yang masih lumpuh.

 

Hingga hari ini evakuasi sebanyak 4.636 wisatawan baik asing/lokal dan warga di Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air  telah berhasil dievakuasi ke pelabuhan Bangsal, Benoa, dan Lembar. Masyarakat di himbau untuk tidak menyebarkan informasi HOAX pada saat situasi darurat bencana gempa Lombok. Korban gempa membutuhkan dukungan dari  masyarakat Indonesia untuk dapat pemulihan segera dan mendapatkan kehidupan dan penghidupannya kembali.

 

Sutopo Purwo Nugroho

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB

Related posts