Upaya Mitigasi Vegetasi terhadap Bandara Internasional Yogyakarta dan Sekitarnya

YOGYAKARTA – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan BNPB melakukan penanaman 1.000 pohon di sepanjang pesisir pantai  wilayah Kulon Progo, Yogyakarta pada Kamis (2/5). Penanaman pohon ini sebagai bentuk mitigasi vegetasi terhadap potensi bahaya tsunami yang mungkin berdampak pada Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta international Airport (YIA) dan wilayah pesisir sekitarnya.

 

Bandara baru yang berjarak sekitar 45 km dari pusat kota Yogyakarta ini berada di pinggir pantai Glagah. Berada di antara Pantai Glagah dan Congot, pada tepian Samudera Hindia di Kulon Progo, bandar udara (bandara) ini sangat dekat dengan pertemuan lempeng tektonik aktif, Indo-Australia. Apabila ditarik garis lurus dari pinggir pantai, bandara ini hanya berjarak sekitar 638 meter. Hal tersebut menempatkan bandara baru ini memiliki risiko tinggi tsunami.

 

Pohon yang ditanam berjenis Pule dan Cemara Udang. Melalui hutan pantai yang menggabungkan kedua tanaman tersebut, dampak gelombang tsunami dapat dapat dikurangi. Hutan pantai ini bermanfaat sebagai benteng alami penghadang tsunami. Selain tsunami tanaman tersebut berfungsi sebagai pelindung dari abrasi pantai. Sementara itu, menurut penelitian Fakultas Kehutanan UGM bahwa hutan cemara udang dapat menjadi tempat berkembangnya satwa yang peka terhadap tanda-tanda tsunami. Ini dapat dimanfaatkan sebagai langkah peringatan dini juga kepada masyarakat. Sebagai tanaman endemik, cemara udang ini memiliki ranting kayu dan masa hidup panjang.

 

Penanaman pohon dilakukan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dan Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo pada Kamis (2/5) di area pesisir pantai Kulon Progo, Yogyakarta.

 

Di samping penanaman pohon, masyarakat, sukarelawan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, BPBD Kulon Progo, organisasi perangkat daerah terkait dan TNI-Polri bersinergi dalam kegiatan ini. Selain itu, deklarasi Gerakan Bela Alam juga dilakukan oleh para sukarelawan. Tujuan dari gerakan tadi untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap bencana karena sesungguhnya alam ini harus senantiasa seimbang dan alam akan menjadi pelidung. 

 

Sebelum melakukan aksi peduli alam, Kepala BNPB memberikan pemikiran dalam Kuliah Tamu dengan tema "Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita.

Kenali Ancamannya,  Siapkan Strateginya dan Siap untuk Selamat.” yang bertempat di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

 

Sutopo Purwo Nugroho

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB

Related posts