TUJUH HOTSPOT TERPANTAU DI 4 KABUPATEN

Pekanbaru (1/7) – Sebanyak 7 titik panas (hotspot) masih tercatat melalui citra Satelit NOAA 18 di wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Siak dan Bengkalis pada Senin, (1/7). Tiga titik teridentifikasi sebagai hotspot di Kabupaten Rokan Hilir.  


Operasi satuan tugas (satgas) udara pemadaman asap dilakukan melalui modifikasi cuaca dengan menggunakan 1 hercules dan Cassa. Hercules melakukan 11 sorti dan Cassa 9 sorti dengan total materi penyemaian 30 ton. Water bombing juga masih dilakukan dengan 4 helikopter dan melakukan 103 sorti. Fokus pemadaman dengan water bombing di Kabupaten Siak, Rohil, dan Kota Dumai.


Operasi satgas darat mengerahkan 3.666 personil TNI dan Polri yang dibantu juga BPBD. Penempatan personil terbanyak di Kabupaten Dumai, Bengkalis, dan Rohil. Satgas organik pemadaman darat melaporkan bahwa 215 titik api dan asap berhasil dipadamkan pada hari ini (1/7). 


Satgas dari unsur TNI/Polri tidak hanya melakukan pemadaman api dan asap tetapi juga melakukan fungsi monitoring dan sosialisasi terhadap masyarakat. Sosialisasi ini dimaksudkan untuk mengajak partisipasi aktif masyarakat untuk penanggulangan bencana asap.


Sementara itu, kualitas udara di provinsi semakin membaik namun khususnya di wilayah Dumai, kualitas udara meningkat di atas 100 dan perlu diwaspadai. Tercatat dari pantauan wilayah Bengkalis, pollution standard index (PSI) atau indeks polusi udara menunjuk pada 43, Singapura 61, dan Kuala Lumpur 63, PSI pada kondisi normal kurang dari 100.

 

Mengantisipasi kemungkinan hotspot yang menyebar, Komandan Pos Komando Penanggulangan Bencana Asap Provinsi Riau, Brigjen Teguh Rahardjo, menginstruksikan untuk memonitor situasi lapangan dan upaya-upaya pemadaman api dan asap. 


Related posts