TTX Ambon DiREx 2016: 18 Negara Berpartisipasi dalam Latihan Gabungan

JAKARTA - Table Top Exercise (TTX) Ambon Disaster Response Exercise (DiREx) 2016 pada 15 - 17 November nanti melibatkan 10 negara ASEAN dan 8 negara pendukung anggota East Asia Summit (EAS).

TTX dengan tema “Promoting the EAS Rapid Disaster Response Toolkit as a Regional Protocol in Strengthening Effective Collaboration on Disaster Response and Resilience in the Region” mendapatkan dukungan dari Amerika Serikat, Australia, India, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dan Selandia Baru. Selain negara tersebut, organisasi internasional ikut berpartisipasi seperti Sekretariat ASEAN, AHA Centre, UNOCHA, WHO, UNDP, UNESCO, FAO, WFP, UNICEF, UNHCR, UNFPA, IFRC, OXFAM, HOPE Worldwide, Save the Childreb, World Vision, Mercy Corps.

TTX Ambon DiREx 2016 yang akan berlangsung di Pulau Ambon, Maluku pada pertengahan November nanti menjadi ajang uji perangkat EAS atau EAS Toolkit pada fase tanggap darurat.

East Asia Summit (EAS) Toolkit merupakan panduan bagi negara-negara yang tergabung dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur yang terdiri ASEAN dan 8 negara Mitra Wicara dalam bidang penanggulangan bencana, khususnya dalam tanggap darurat bencana.

Kegiatan ini berupaya untuk memvalidasi EAS Toolkit sebagai panduan referensi bagi para pengambil keputusan dalam mengkoordinasikan penerimaan maupun penawaran/pemberian bantuan saat tanggap darurat bencana.

TTX yang berbasis diskusi terdiri atas tiga bagian, yaitu (1) Sesi Pembekalan, (2) 2) Table Top Exercise/Pelaksanaan Geladi Ruang, dan (3) After Action Review/Evaluasi.

"Sesi Pembekalan atau academic session diselenggarakan sebelum pelaksanaan Table Top Exercise, dengan maksud untuk memberikan pembekalan berupa informasi-informasi yang terkait kepada peserta seperti sistem manajemen penanganan darurat bencana Indonesia, prosedur penerimaan bantuan asing di Indonesia, mekanisme regional SASOP dan EAS Toolkit serta hal-hal lain yang terkait dengan penanganan darurat bencana yang melibatkan pihak asing," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB.

Sutopo menambahkan bahwa selama latihan berlangsung, fasilitator akan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang disusun dalam rencana operasi latihan dan peserta memberikan jawaban dan dapat ditanggapi oleh peserta lain.

"Fasilitator harus mampu memfasilitasi diskusi sebagaimana target yang telah ditentukan dalam rencana operasi latihan," kata Sutopo jelang persiapan TTX.

Sementara itu, mitra kerja selain ke-18 negara dan organisasi internasional, TTX juga didukung oleh kementerian/lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan Perguruan Tinggi.

Berikut ini daftar organisasi yang akan mendukung TTX Ambon DiREx 2016, Palang Merah Indonesia (PMI), Disaster Management Innovation (DMI), Humanitarian Forum Indonesia (HFI), Platfom Nasional Pengurangan Risiko Bencana (Planas PRB), Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI), Universitas Gadjah Mada, Universitas Pertahanan, Pusat Studi Bencana Geologi dan Gunung Api Universitas Muhammadyah Maluku Utara, Pusat Penelitian Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana Adaptasi Perubahan Iklim Universitas Patimura, Pusat Studi Bencana Universitas Khairun, Universitas Papua.

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas

Related posts