Tiga Korban Longsor di Sukabumi Belum Ditemukan

SUKABUMI - Hujan deras dan kondisi topografi perbukitan dengan lereng terjal menimbulkan banjir bandang dan longsor di Kecamatan Pabuaran dan Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat, Kamis (26/6) pukul 05.00 WIB. Awal bencana adalah banjir bandang, kemudian tebing longsor dari ketinggian 30-40 meter yang menimpa rumah penduduk. Tiga orang warga Dusun Cibojong RT 26 dan RT 27, Desa Cibadak Kecamatan Pabuaran,Kabupaten Sukabumi tertimbun longsor. Hingga saat ini ketiga korban belum ditemukan. Sementara itu, 2 unit rumah rusak berat. Sedangkan banjir bandang dan longsor di Desa Sirnasari menyebabkan tujuh rumah rusak berat, tujuh rumah rusak sedang dan satu jembatan rusak berat. Sekitar 500 jiwa dikedua desa tersebut saat ini masih mengungsi di rumah kerabat dan sekolah. Akses menuju kedua desa tersebut sulit dijangkau. Jalan sempit dan licin,hanya kendaraan roda empat dengan double gardan yang mampu mencapai lokasi. Perumahan dibangun pada daerah-daerah lereng perbukitan yang rawan tinggi dari longsor. Tim SAR dari BPBD Kabupaten Sukabumi bersama TNI, Polri, Tagana, Sarda, PMI, Dinas Kesehatan dan masyarakat telah melakukan penanganan darurat. Evakuasi dihentikan sementara pada malam ini, dan akan dilanjutkan besok pagi. BPBD telah mendistribusikan makanan siap saji dan nasi bungkus. Posko Tanggap Darurat didirikan di rumah Kepala Desa Cibadak. Kebutuhan mendesak adalah tikar dan selimut. Kepala BNPB, Syamsul Maarif, telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB untuk memberikan pendampingan kepada BPBD Kabupaten Sukabumi. Pendataan masih terus dilakukan. BNPB dan BPBD juga menghimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor tetap waspada akan potensi longsor. Sebab curah hujan berintensitas tinggi masih berpeluang terjadi di wilayah Jawa Barat sehingga dapat memicu longsor.(stp).

Related posts