Taruna Akademi TNI Mendapat Pembekalan dari BNPB

 

SURABAYA - Komandan Jenderal Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia,S.Sos.,M.M yang diwakili Direktur Pendidikan (Dirdik) Akademi TNI Brigjen TNI Djoko Andoko membuka pelaksanaan Kunjungan Antar Taruna (Kuntar) Semester II TA 2019 berlangsung di Kampus Akademi Angkatan Laut (AAL), Surabaya, Rabu (13/11).

 

Dalam kesempatan tersebut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang diwakili oleh Direktur Kesiapsiagaan, Bambang Surya Putra memberikan pembekalan kepada Taruna Akademi TNI, dengan tema “Mengenal Deteksi Dini dan Kewaspadaan Terhadap Bencana Alam.”

 

Dihadapan ratusan Taruna Akademi Militer yang terdiri dari 3 (tiga) matra yaitu, Akademi Angkatan Darat (AAD), Akademi Angkatan Laut (AAL) dan Akademi Angkatan Udara (AAU), Bambang Surya Putra secara detail memaparkan beberapa bahasan terkait deteksi dini dan kewaspadaan terhadap bencana alam.

 

Lebih lanjut Direktur Kesiapsiagaan BNPB, menyampaikan korban jiwa akibat bencana di Indonesia, nomor dua di dunia selama dalam kurun waktu dua puluh tahun terakhir.  Kondisi ini lanjutnya, mengingat Indonesia terletak antara tiga pertemuan lempeng besar, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo_Australia dan Lempeng Pasifik.  Disamping itu juga terdapat kurang lebih 295 lempeng/sesar,  dan terdapat 500 gunung api, sebanyak 127 gunung api diantaranya masih aktif,  Indonesia sebagai pemilik gunung api terbanyak di dunia dan berada di ‘ring of fire’ .

 

Konsepsi tugas TNI, jelas Direktur Kesiapsiagaan BNPB dalam penanggulangan bencana, sesuai UU No.34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.

 

“Para Taruna harus mampu mempelajari tentang kebencanaan, karena dalam UU No.34 tahun 2004 tersebut, bahwa Operasi Militer Selain Perang (OMSP) memuat kewajiban TNI untuk memberikan bantuan dalam bidang kebencanaan, terutama dalam masa tanggap darurat,” jelas Bambang Surya Putra.

 

Selain itu Direktur Kesiapsiagaan BNPB juga menyampaikan berbagai program – program yang ada di BNPB, di bidang PRB, misalnya ada Desa Tangguh Bencana (DESTANA), Keluarga Tangguh Bencana (KATANA), kepedulian kepada lingkungan dengan sloganya, Kita Jaga Alam Jaga Kita dan di BNPB juga ada gerakan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB).

 

Penyampian umum terkait kebencanaan di Indonesia yang meliputi trend bencana, 7 (tujuh) target global Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR) , 4 (empat) prioritas aksi SFDRR dan Peringatan Dini beserta komponennya.

 

“Indonesia bukan hanya supermarket bencana, tetapi bagi peneliti perlu melihatnya sebagai laboratorium bencana,”pungkas Direktur Kesiapsiagaan BNPB, mengakhiri paparanya.

 

Dalam sesi tanya jawab, Para Taruna Akademi TNI terlihat sangat antusias, dalam memberikan respon, pertanyaan dan rasa keingintahuannya terkait bidang kebencanaan.

 

Kunjungan antar taruna adalah salah satu kegiatan integratif Akademi TNI yang dilaksanakan dua kali dalam setahun sebagai upaya memupuk dan menumbuhkembangkan jiwa dan semangat integrasi, soliditas, jiwa korsa dan rasa persaudaraan bagi taruna Akademi TNI, juga termasuk pemberian informasi tentang kebencanaan. (dit/ws)

 

Direktorat Kesiapsiagaan BNPB

Related posts