Strategi BNPB Dalam Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sulteng

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil strategi khusus dalam rangka mempercepat perkembangan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sulawesi Tengah, yang diputuskan dalam "Rapat Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Gempabumi, Tsunami dan Likuifaksi di Wilayah Sulawesi Tengah", yang dipimpin oleh Kepala BNPB Doni Monardo dan dihadiri oleh eselon I, II, unsur pengarah serta staf ahli di ruang Multimedia, Graha BNPB, Jakarta, Jumat (8/11).

Hal itu diputuskan setelah mendapatkan arahan khusus sebelumnya dari Presiden Joko Widodo yang disampaikan melalui Kepala BNPB, Doni Monardo saat meninjau proyek hunian tetap di Duyu dan Tondo, Sulawesi Tengah pada Selasa (28/10) lalu.

Dalam keterangannya, presiden menilai bahwa penyelesaian pembangunan huntap tersebut harus segera diselesaikan mengingat sudah ditunggu-tunggu oleh warga yang terdampak gempa-tsunami-likuifaksi Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 lalu.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Jokowi juga telah meminta agar pembangunannya dapat rampung pada akhir tahun ini, khususnya di Duyu dan Tondo. Sedangkan untuk seluruh huntap di Sulawesi Tengah lainnya seperti Huntap Sigi, Hutap Petobo, Huntap Pombewe, dan Huntap Parigi Moutong, Kepala Negara meminta agar dapat dirampungkan sebelum Idul Fitri tahun 2020.

"Ini kan sudah ditunggu masyarakat. Jadi saya minta ini segera diselesaikan. Saya minta agar proyek huntap Sulawesi Tengah ini bisa rampung pada tahun 2020. Sebelum Idul Fitri tahun depan" kata presiden.

Adapun beberapa langkah strategi yang diambil di antaranya ialah;
1. Menyamakan persepsi tentang pematangan lahan
2. Peningkatan pengawasan dan komunikasi
3. Penambahan aplikator yang mumpuni dan dapat dipercaya
4. Seleksi ketat terhadap penyedia material bangunan
5. Penambahan alat cetak
6. Ketegasan pengawas
7. Meningkatkan tenaga inti dan pendukung
8. Meningkatkan peranan Pemerintah Daerah sesuai Tupoksi
9. Memperketat persyaratan Rumah Tipe Riko
10. Meningkatkan kualitas dan kuantitas evaluasi
11. Penambahan kekuatan personil TNI dibagi pada kondisi rumah rusak berat dan
dibagi ke 3 Kabupaten/Kota
12. Pembentukan Satgas percepatan dan Posko Bersama,
Gubernur sebagai penanggung jawab

Sebagai catatan, Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Rumah Pascabencana di Sulawesi Tengah tahap pertama hingga tanggal 31 Oktober 2019 mencakup target rumah 4.522 unit dengan total biaya anggaran sebesar 235,5 milyar. Sementara itu sebanyak 3.690 unit rumah sudah dalam proses pembangunan dan 49 unit telah selesai dibangun.

Adapun rincian pada tahap pertama ini meliputi dana bantuan darurat yang telah disalurkan untuk Kota Palu sebesar Rp 74,5 miliar. Dari target 1.594 unit rumah insitu, 1.241 unit masih dalam proses pembangunan dan 9 unit telah selesai dikerjakan di Kota Palu.

Dari target 1.594 unit rumah insitu, 1.241 unit masih dalam proses pembangunan dan 9 unit telah selesai dikerjakan di Kota Palu.

Selanjutnya di Kabupaten Sigi telah tersalurkan dana sebesar Rp 80,1 miliar. Dengan target 1.602 unit rumah insitu, sebanyak 1.155 unitnya dalam proses pembangunan dan 10 unit telah diselesaikan.

Sedangkan di Kabupaten Donggala dengan dana Rp 38,1 miliar dan target 899 unit rumah, 748 unit rumah insitu masih dalam proses pembangunan.

Kemudian dari dana bantuan darurat sebesar Rp 21,3 miliar untuk Kabupaten Parigi Moulong, kabupaten ini memiliki target rumah insitu sebanyak 427 unit. Saat ini 397 unit masih dalam proses pembangunan dan 30 unit telah selesai dibangun.

Di sisi lain, BNPB juga bekerja sama dengan Universitas Tadulako dalam rangka membantu mewujudkan pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana melalui sektor pertanian dan perikanan mulai dari penanaman tanaman produksi seperti tomat, cabai, kangkung, dan budidaya karamba ikan mujair, nila dan lele.

Selain itu BNPB juga melakukan pendampingan terhadap pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti kerajinan piring lidi, ikan olahan, tenun subi, produksi minyak kelapa, abon ikan, gula merah hingga rumah produksi meubel.

Agus Wibowo
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Related posts