STATUS GUNUNG MERAPI DINAIKKAN WASPADA

Berdasarkan evaluasi adanya peningkatan aktivitas G. Merapi yang berada di Jawa Tengah dan DIY, maka BPPTKG Badan Geologi menaikkan status G. Merapi dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II) berlaku sejak Selasa (29/4) pukul 23.50 Wib. Kenaikan status Waspada ini telah dilaporkan Kepala BPPTKG kepada Kepala BNPB, Gubernur, Bupati dan BPBD untuk melakukan upaya antisipasi.  Aktivitas G. Merapi sejak 20-29 April 2014 terlihat adanya peningkatan. Tercatat 37 kali gempa guguran, 13 kali gempa multi phase, 4 kali hembusan, 24 kali gempa tektonik dan 29 kali gempa low frekuensi yang mengindikasikan meningkatnya fluida gas vulkanik yang berpotensi menimbulkan letusan. Secara visual dilaporkan suara dentuman berulangkali hingga radius 8 km. Bunyi dentuman tersebut akibat  puncak gunung yang tidak tertutup kubah lava.  Jika ada fluida berupa gas, uap, magma dan lain yang mengalir naik ke permukaan maka langsung terlepas dengan tiba-tiba sehingga menimbulkan gelombang kejut di udara yang menyebabkan bunyi dentuman tersebut.   Kepala BNPB, Syamsul Maarif, telah memerintahkan jajaran BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD DIY, BPBD Magelang, BPBD Klaten, BPBD Boyolali, dan BPBD Sleman untuk melakukan antisipasi. Dalam waktu dekat akan digelar rapat koordinasi membahas kesiapsiaagaan dan rencana kontinjensi di tingkat daerah.   Dengan status Waspada direkomendasikan dilarang melakukan kegiatan pendakian G. Merapi kecuali untuk penyelidikan dan penelitian untuk mitigasi bencana. Masyarakat agar tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi G. Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat. Masyarakat dihimbau tetap tenang dan belum perlu mengungsi. Tanyakan langsung ke Pos Pengamatan G. Merapi terdekat melalui radio komunikasi 165.075 MHz atau kantor BPPTKG (0274) 514180, 514192. Aktivitas G. Merapi dimonitor lebih intensif.

Related posts