SOSIALISASI BERSAMA UNTUK PENGUNGSI SINABUNG

Kabanjahe (9/2). Udara dingin menggigit tidak menghalangi masyarakat desa cimbang, ujung payung & tiga pancur yang tengah mengungsi di Gereja Advent Sumbul - Kabanjahe untuk mengikuti sosialisasi yang dilakukan BNPB bersama PVMBG dan pemerintah daerah. Usia tua muda, laki-laki perempuan, hingga anak-anak duduk di atas terpal yang digelar menghadap panggung ukuran 5x5 m. Acara dimulai dengan hiburan organ dan artis lokal, anak-anak langsung membuat barisan menari mengikuti nyanyian & irama musik yg mengalun. Rasa senang & ceria tergambar di wajah mereka, tim sosialisasi dimulai setelah menunjukkan pukul 20.30 dimana anak-anak sudah diharuskan beristirahat untuk kegiatan belajar esok hari.

Sosialisasi pertama disampaikan oleh Sastra Tarigan, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Karo yang dalam penjelasannya disampaikan program pemerintah terkait pendidikan anak-anak pengungsi, diantaranya beasiswa untuk siswa SD, SMP, SMU, SMK dan Perguruan Tinggi. diperkirakan sejumlah 6.500 siswa SD hingga SMU/SMK dan 480 mahasiswa PT. selain itu sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan akan dilakukan perbaikan dan perkuatan bangunan. Sementara Ismail, Kepala Cabang BRI Kab. Karo, menyampaikan tentang kebijakan OJK (otoritas jasa keuangan) terkait debitur yang terkena bencana erupsi gunung sinabung. Jika sejak september 2013 debitur mengalami kesulitan membayar pinjaman, maka pinjaman akan dijadual ulang dengan durasi maksimal 3 tahun. artinya debitur boleh tidak membayar cicilan pinjaman selama maksimal 3 tahun setelah adanya penjadualan ulang dengan pihak bank. selain itu debitur juga masih diperkenankan mengajukan pinjaman baru untuk modal usaha. Adapun ketentuan khusus seperti keringanan bunga dan keringanan pinalti tergantung kebijakan masing-masing bank. kebijakan OJK berlaku pada 4 kecamatan yang terpapar bencana erupsi gunung sinabung, yaitu Kecamatan Tiganderket, Payung, Namanteran dan Simpang Empat. Sehubungan penutupan operasional BRI unit Tiganderket, pelayanannya dialihkan ke BRI kabanjahe dan juga Posko BRI di Kodim 02/05 TK.

PVMBG, Agus Mulyanto - Kasubid Evaluasi Potensi Bencana Gunungapi), menjelaskan wilayah bahaya awan panas berada pada Desa Sukameriah, Berastepu, Gurukinayan, Gamber, Kuta Tonggal, Bekerah, Simacem dan Dusun Sibintun. Selain wilayah tersebut hanya mendapat hujan abu vulkanik dan aman untuk ditinggali penduduk. abu vulkanik sendiri sebenarnya sangat baik untuk kesuburan tanah karena mengandung unsur silika, mangan, kalium, kalsium, pospor, alumunium dan natrium. satu hal yang perlu diwaspadai masyarakat jika hujan mulai turun adalah ancaman lahar dingin yang sewaktu-waktu mengancam Desa Berastepu, Payung, Jandimeriah, Perbesi, Dusun Sibintun dan wilayah-wilayah sepanjang aliran sungai Lau Borus.

Sosialisasi terakhir Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Munar Ginting yang menyampaikan bahwa dinas pertanian menyiapkan pompa-pompa air untuk menyirami debu vulkanik dari tanaman, penyediaan bibit jagung dan tanaman muda cepat panen lainnya, seperti kubis, sawi dan lainnya. Selain penjelasan dari para nara sumber, terjadi diskusi yang cukup hangat dengan para pengungsi karena keingintahuan mereka terutama yang terkait dengan pinjaman pada pihak bank. Tepat pukul 22.20 wib acara sosialisasi selesai kemudian dilanjutkan dengan acara hiburan, walaupun kabut tebal dan dinginnya udara yang kian menggigit, para pengungsi asyik menari diiringi musik dan lagu menghilangkan penat jiwa yang mereka rasakan selama di pengungsian. Sosialisasi ini sudah dimulai sejak tanggal 8 Februari di Posko Pengungsi Lau Gumba - Berastagi. (Ty)

Related posts