Site Survey Bersama untuk Kalimantan Tengah

BANJARMASIN - Dalam usaha memadamkan titik-titik api di daerah Kalimantan Tengah, serta melaksanakan instruksi Presiden RI, maka BNPB bersama TNI dan kementerian terkait akan membangun sekat kanal dan embung penampungan air di sekitar lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pada Jumat (25/9) Kepala BNPB, Panglima TNI, serta instansi terkait melakukan site survey untuk melihat kondisi di lapangan. Dalam kesempatan ini Kepala BNPB dan Panglima TNI menginstruksikan dan mengkoordinasikan hasil rapat instruksi Presiden kepada Pemda, masyarakat setempat, pasukan TNI dan kementerian terkait yang berada di lapangan. "TNI sudah menggerakkan 2 ekskavator malam ini. Jam 6 pagi sudah tiba di lokasi. Eksavator nanti akan dicari sebanyak-banyaknya." ujar Panglima. Panglima TNI juga mengungkapkan, selain dibuat kanal ada rencana untuk membuat peternakan sapi sehingga menjadi nilai tambah bagi masyarakat lokal. Peternakan ini nantinya akan diolah oleh masyarakat sekitar kanal dan sahamnya sebagian besar dimiliki masyarakat sekitar. Bila berjalan menurut perhitungannya peternakan ini dapat menjadi pusat peternakan terbesar di Indonesia. Sesuai hasil Rakor Kamis malam (25/9) maka terlebih dahulu akan dibuat sekat kanal di Kabupaten Pulang Pisau. Kabupaten ini merupakan daerah yang memiliki titik api terparah di Kalimantan Tengah. Terutama daerah Jabiren Raya dan Sebangau Kuala. Di Jabiren Raya ketebalan gambut mencapai 8 m. Sekat kanal akan mulai dibuat sebagian besar menggunakan sumber air di sekitaran Sungai Kahayan. Kepala BNPB mengungkapkan bahwa nanti perlu dilakukan pompasinasi, karena sungai di Kalimantan umumnya lebih rendah dari tanah dan pada musim kemarau ini dapat mencapai 10 m dari permukaan tanah. Pemda setempat diinstruksikan untuk menentukan titik-titik sungai yang akan dibuat pengairan.

Related posts