SIKLON GILLIAN BERPOTENSI PICU BERTAMBAHNYA TITIK API DI RIAU 3 HARI KE DEPAN

Pekanbaru - BMKG memprediksi cuaca di wilayah Riau akan lebih kering 3 hari ke depan. Cuaca kering ini dipicu siklon tropis Gillian yang berada di Samudera Hinda, selatan Jawa bagian Barat. Siklon ini mengakibatkan massa udara atau uap air di wilayah Riau tertarik ke arah selatan. BMKG memprediksi pada 28 Maret dan tanggal berikutnya potensi hujan di wilayah Riau kembali turun dengan intensitas ringan hingga lebat.


Keringnya udara di Riau telah menyebabkan titik api yang sebelumnya sudah kecil di bagian bawah gambut memicu kebakaran hutan dan lahan. Selain itu memang masih adanya pembakar baru yang sengaja membakar lahan dan hutan. Meski ribuan aparat sudah digelar namun masih ada oknum yang melakukan pembalakan dan pembakaran.


Bertambahnya titik api tersebut terpantau dari citra satelit NOAA18 ada 12 titik panas di Riau pada Sabtu sore (22/3) yaitu Indragiri Hilir 3, Bengkalis 3, Dumai 2, Rokan Hilir 1, Meranti 1, Siak 1, Pelalawan 1. Sedangkan dengan satelit Modis ada 66 titik api yaitu di Bengkalis 37, Meranti 8, Dumai 7, Rohil 9, Pelalawan 4 dan Siak 1. Secara umu kualitas udara sudah membaik di lokasi-lokasi yang terpantau.


Kepala BNPB, Syamsul Maarif, yang saat ini masih di Pekanbaru memimpin Satgasnas Operasi Terpadu telah memerintahkan kembali untuk mengoptimalkan satgas udara dan darat untuk melakukan pemadaman. Selama ini pengeboman air (water bombing) sangat efektif selain operasi darat dan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Selain memfokuskan untuk pemadaman, satgas juga melaksanakan penegakan hukum dan sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan pembakaran lahan dan hutan. Titik api harus benar-benar dipadamkan. Apalagi musim kemarau nanti diperkirakan akan lebih kering.

Related posts