Sebelum Terbakar, Utamakan Pencegahan, Bukan Pemadaman

PEKANBARU - Kepala BNPB, Dono Monardo kembali menegaskan bahwa 99 persen Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia termasuk di Provinsi Riau disebabkan karena faktor manusia.

 

Karena itu menurut Kepala BNPB ini, untuk mengatasinya harus ada upaya pendekatan, bagaimana kebakaran yang lebih disebabkan karena manusia ini bisa dilakukan pencegahan.

"Saya tegaskan 99 persen disebabkan manusia. Karena itu untuk mengatasinya juga manusianya didekati. Beri pemahaman, edukasi soal Karhutla," kata Doni, pada acara “Tatap Muka Kepala BNPB dengan Pemerhati Lingkungan Se-Provinsi Riau” di Balai Sendirit Gubernuran Riau, Pekanbaru, Rabu (10/7).

Ulah manusia yang dimaksud tidak hanya karena adanya pembukaan lahan untuk membuka perkebunan warga secara tradisional. Tetapi juga karena adanya warga yang sengaja dibayar untuk tujuan tertentu. Hal itu merupakan penyebab kenapa persoalan Karhutla di Riau terus berulang setiap tahunnya.

Terhitung hingga saat ini, Tercatat sejak awal tahun hingga bulan Juli ini, lahan yang terbakar di Riau sudah mencapai 3.429,89 hektar. Dari ribuan hektar kawasan yang terbakar tersebut, paling luas terdapat di Kabupaten Bengkalis, yakni dengan luas 1.435.83 hektar.

Kepala BNPB menyatakan perlunya melakukan antispiasi sedini mungkin sebelum terjadinya Karhutla, yakni dengan melakukan pencegahan. Beliau menegaskan bahwa berbagai teknologi canggih, modifikasi cuaca dan pemadaman dengan cara-cara yang selama ini dilakukan sudah tidak efektif dan tidak menyelesaikan masalah. "Utamakan pencegahan, bukan penanggulangan. Kebakaran ada dua faktor yakni karena alam dan manusia. Berdasarkan hasil kajian dari alam kecil hanya 1 persen. Sementara 99 persen manusia," kata Kepala BNPB. Maka itu, pendekatan bersifat humanis terhadap masyarakat dengan melibatkan tokoh masyarakat, agama dan unsur lainnya akan diterapkan oleh Kepala BNPB untuk mencegah terjadinya karhutla.

Mantan Danjen Kopassus ini mengingatkan tahun ini diprediksi kemarau relatif panjang, meski tak seperti 2015 lalu. Karena itu provinsi yang selama ini menjadi langganan Karhutla seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Tengah, Selatan perlu ada persiapan dini.

Terlebih, tanah gambut di Riau memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan daerah lainnya. Gambut di Riau bisa mencapai puluhan meter yang jika terjadi kebakaran akan sulit dipadamkan.

Hadir pada kesempatan ini, Gubernur Riau Syamsuar, Wakil Gubernur Riau Edy Afrizal Natar Nasution, Kajati Riau Uung Abdul Syakur, Danrem 031/WB Brigjen TNI Muhammad Fadjar, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, Kepala BBPBD Riau Edwar Sanger serta berbagai pihak terkait lainnya.

 

BNPB

 

 

Related posts