Sebagian Bangunan Rusak Akibat Dampak Gempa 6,6 SR di Sumba Barat

JAKARTA - Pendataan dampak gempabumi 6,6 SR yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat Provinsi NTT pada Jumat (12/2) pukul 17.02 Wib, terus dilakukan oleh BPBD bersama untuk lainnya.  Berdasarkan data sementara terdapat 7 sekolahan rusak ringan atau retak di dinding. Kantor Dinas Perhutanan, Peternakan, Kantor Bupati dan Kantor Polres Sumba Barat juga mengalami keretakan dan rusak ringan hingga rusak sedang. 2 fasilitas umum yaitu RSUD Sumba Barat dan RS Lende Moripa juga mengalami retak rusak ringan hingga sedang. 10 rumah penduduk juga rusak ringan hingga sedang. Banyak rumah penduduk di Sumba Barat yang terbuat dari kayu sehingga saat gemoa dapat meredam guncangan yang keras sekalipun. Tim Reaksi Cepat BNPB, telah melaksanakan koordinasi dan pendampingan dengan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumba Barat pada Sabtu (13/2) pagi. BNPB mendampingi BPBD dalam manajerial pendataan kerusakan akibat dampak bencana gempa. Peninjauan ke lapangan untuk mendata daerah yang terdampak di Kecamatan Lamboya Barat. BPBD Kabupaten Sumba Barat telah berkoordinasi dengan TNI, Polri serta beberapa LSM terkait untuk pendataan. Laporan kerusakan banguna dari semua desa masih dihimpun di Kantor Kecamatan dan belum ada laporan ke BPBD. Secara umum berdasarkan laporan sementara beberapa daerah aman. Belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan berat seperti di Kecamatan Alang Anak Dumai, Kecamatan Waikabubak dan Waingapu. Pendataan terus dilakukan.  Komunikasi sudah normal kembali. Pada Jumat kemarin komunikasi terputus dikarenakan kerusakan pada tower di daerah Bima yang terjadi 3 jam sebelum gempa. Itulah yang menyebabkan komunikasi tidak dapat dilakukan setelah gempa. Sebagian listrik padam juga menyebabkan komunikasi radio juga mati. Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Related posts