SATELIT NOAA TIDAK MENDETEKSI TITIK API DI RIAU

Pekanbaru – Sore ini, Minggu (16/3) citra satelit NOAA tidak mendeteksi titik api di Riau. Sementara itu citra satelit lainnya, Aqua/Terra memantau 7 hotspot, 5 titik di Dumai dan 2 di Indragiri Hilir. Berkurangnya hotspot ini sangat dibantu dengan turunnya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di beberapa wilayah, seperti Siak, Bengkalis, Meranti, Pelalawan, Tembilhan, Pekanbaru, dan Rengat. Demikian juga jarak pandang atau visibility meningkat per 16.00 WIB tadi, Pekanbaru 1.5 km, Rengat 6 km, Pelalawan 0.6 km, dan Dumai 4 km. 


Dengan berkurangnya titik api dan asap diharapkan kualitas udara di Riau semakin membaik. Badan Lingkungan Hidup mencatat kualitas udara atau ISPU pada jam 13.00 sampai dengan 15.00 WIB di Pekanbaru 119 PSI, Rumbai 106, Minas 111, Duri Camp 97, Duri Field 189, Dumai 40, Bangko 270, Petapahan 97, sedangkan di Libo masih berbahaya dengan 401 PSI. 

Operasi gabungan dari satuan tugas (satgas) darat dan udara terus melakukan upaya pemadaman api dan asap pada kebakaran hutan dan lahan. 


Selain mengerahkan personil dari berbagai pihak dan peralatan di darat, satgas udara giat melakukan water bombing dan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Satgas udara mencatat telah menyemai garam (NaCl) sebanyak 11 ton yang dilakukan oleh pesawat jenis Hercules dan Cassa. Sementara itu, pesawat jenis Kamov dan Sikorsky melakukan water bombing di area Dumai dan sekitarnya. 


BNPB dan berbagai pihak berupaya keras untuk memadamkan api dan asap ini dengan cepat. Hal tersebut mengingat dampak yang meluas terhadap kesehatan masyarakat setempat dan sekitarnya. Sesuai dengan perintah Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bahwa target pemadaman api dan asap dalam 3 minggu. 


Related posts