RIBUAN RUMAH TERENDAM BANJIR DI ACEH SELATAN, ACEH SINGKIL DAN SIMEULUE

Adanya pusat tekanan rendah di sebelah barat laut Aceh di sekitar Samudera Hindia menyebabkan cuaca ekstrem di wilayah Aceh. Hingga saat ini pusat tekanan rendah tersebut masih kuat sehingga akan berpengaruh cuaca di Aceh dan sekitarnya.
 
Akibatnya banjir merata di Kab. Aceh Selatan, Aceh Singkil dan Simeulue sejak Kamis (9/5) pukul 20.00 Wib hingga Sabtu (11/5). Sebagian besar banjir sudah surut.
 
 Di Aceh Selatan hujan deras disertai angin kencang dan banjir terjadi di 6 kec yaitu Kec. Sawang, Kluet Tengah, Kluet Utara, Bhagia, Bangkongan, dan Kluet Selatan. Ribuan rumah terendam banjir hingga ketinggian 2,5 meter. Di Kec. Kluet Tengah sebanyak 13 desa terendam banjir dengan 6.630 jiwa terdampak, sedangkan di Kec. Bakongan 270 KK (1.070 jiwa) dan di Kec. Sawang  65 KK terendam banjir. Di Ds.Ujung Manki Kec. Bakongan 14 rumah hilang diterjang ombak karena abrasi pantai. Beberapa jembatan hanyut. Tim BPBD Aceh Selatan yang sedang menuju lokasi banjir, speedboatnya tenggelam dihamtam ombak sehingga tengelam dan 1 orang hilang pada Sabtu (11/5) pukul 09.00 Wib.
 
Di Kab. Aceh Singkil  16 desa di Kec. Singkil terendam banjir dengan tinggi  1 meter pada Jumat (10/5). Sebanyak 4.569 KK (19.611 jiwa) terdampak oleh banjir tersebut.
 
Di Kab. Simeulue banjir merendam 10 kec pada Jumat (10/5) pukul 02.00 Wib. Banjir dipicu oleh hujan selama 5 hari berturut-turut disertai angin kencang. 892 KK (4.817 jiwa) terdampak banjir.  576 KK mengungsi sementara di sejumlah tempat penampungan.  Seorang anak, Andri (5), meninggal dunia tertimpa pohon kelapa di rumahnya di Desa Miten, Simeulue Barat.
 
BPBD kabupaten bersama unsur terkait masih melakukan penanganan darurat. Posko, dapur umum,  pos pengungsian,  pos kesehatan telah didirikan. Bantuan logistik disalurkan kepada masyarakat. Pendataan masih dilakukan.

Related posts