Relokasi Pengungsi Erupsi Sinabung di Siosar

SIOSAR - Dalam rangka merelokasi pengungsi bencana Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Sumatera Utara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Prof. Dr. Syamsul Maarif M.Si. dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc., bersama Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Partaonan Daulay, menyerahkan 103 unit rumah dari 370 unit yang direncanakan untuk tahap pertama kepada pengungsi dari desa Bekerah (5/5). Pada acara ini dilakukan penyambutan oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana S.H., laporan dari Danrem 023 Kolonel (Inf) Fachri SIP. serta penandatanganan prasati oleh Pangdam I/BB Mayjen TNI Edy Rahmayadi, Bupati Karo dan Kepala BNPB disaksikan masyarakat pengungsi dan tamu undang yang satu diantaranya adalah Gubernur Sumatera Utara H. Gatot Pujo Nugroho. Relokasi ini berada di kawasan hutan produksi di Siosar, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Sekitar 17 km dari kota Kabanjahe, ibu kota Kabupaten Karo. Pada kesempatan ini bisa terlihat berbagai pekerjaan yang sudah terselesaikan di daerah relokasi. Rumah yang dibangun sudah lengkap dengan fasilitas seperti listrik, air, pembukaan lahan pemukiman seluas 30 Ha, juga telah diselesaikan pekerjaan perbaikan dan pengerasan jalan sepanjang 9,2 Km. Pembuatan akses jalan yang membelah hutan ini menelan biaya sebesar Rp 11,5 miliar dan memanfaatkan 11 hektar hutan lindung milik Kementerian Kehutanan RI. "Pembanguna relokasi ini dapat terlaksana karena keterlibatan dari berbagai stakeholders. Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri. Merupakan kewajiban pemerintah membuat rakyatnya merasa terhormat," ujar Siti Nurbaya Bakar dalam pidatonya. Mengingat daerah relokasi berdampingan dengan hutan lindung beliau berpesan kepada para penghuni agar tidak merusak hutan dan berharap kedepannya mampu menjaga kelestariannya. Pembangunan rumah akan dilanjutkan untuk merelokasi penduduk yang berasal dari desa Simacem dan Suka Meriah. Rumah-rumah yang dibangun dengan tipe 36 ini berdiri atas dukungan tim gabungan yang terdiri dari masyarakat pengungsi, masyarakat setempat, serta tenaga 495 prajurit TNI AD dari Kodam I Bukit Barisan. Total jumlah rumah yang direncanakan dibangun adalah 2.053 yang secara bertahap dilanjutkan tahun ini. Sedangkan jumlah pengungsi Sinabung yang rencana akan direlokasi sebanyak 1.700 kepala keluarga (KK). Terdiri dari masyarakat yang berada di dalam radius 3 km, yaitu yang bermukim di Kecamatan Payung (Desa Sukameriah) dan Kecamatan Naman Teran (Desa Bekerah,  Desa Simacem), dan masyarakat yang tinggal di luar radius 3 km dari Kawah Gunung Sinabung dan berada di depan bukaan kawah, berpotensi terancam oleh guguran lava dan luncuran awan panas, yaitu: Kecamatan Payung (Desa Gurukinayan), Kecamatan Naman Teran (Desa Kutatonggal), Kecamatan Simpang Empat (Desa Berastepu dan Dusun Sibintun serta Desa Gamber). Sementara untuk lahan pertanian, telah disiapkan lahan di Siosar seluas 416 hektar. Sebagai bentuk ucapan terima kasih warga pengungsi atas bantuan dan pendampingan Kepala BNPB selama ini, pada akhir acara diadakan Penabalan Marga. Beliau terharu dan menerima kehormatan ini dengan sukacita. Kini Syamsul Maarif mempunyai Marga, Sembiring Depari. (to)

Related posts