RELAWAN HARUS MANDIRI DALAM PB

Relawan harus mampu menolong dirinya sendiri sebelum mereka menolong orang lain dalam penanggulangan bencana. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif pada Sarasehan Komunitas Relawan di Karanganyar, Solo, pada Jumat (15/11). Relawan harus mandiri dan jangan justru menyulitkan pemeritah setempat di lapangan pada saat situasi tanggap darurat bencana.

Syamsul Maarif menegaskan bahwa relawan harus memiliki modal semangat dan kompetensi khusus dalam penanggulangan bencana. "Semangat saja tidak cukup, tetapi para relawan juga harus memiliki kompetensi lain yang dibutuhkan di lapangan", demikian ujar Kepala BNPB. Pada saat tanggap darurat bencana, relawan dapat melapor kehadiran dan kompetensi mereka di pos komando relawan. Posko ini tidak hanya menerima relawan dalam negeri tetapi juga mereka dari luar negeri. Di samping posko relawan, Syamsul menambahkan bahwa ada dua posko lain, yaitu posko kabupaten sebagai posko utama dan posko BNPB sebagai posko pendamping. Pada posko BNPB ini, kementerian dan lembaga terkait akan mendukung pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana.


Terkait dengan nilai gotong royong, Syamsul Maarif sangat mendukung dalam penanggulangan bencana karena ini bagian dari kearifan lokal yang perlu dijaga. Pada konteks Indonesia kearifan lokal sangat penting untuk saling mendukung dengan teknologi dalam penanggulangan bencana. Sementara itu, Hayono Isman sebagai Dewan Pembina Kosgoro menilai relawan yang sebagian besar kaum muda ini diharapkan memiliki karakter sebagai kekuatan untuk melestarikan kearifan lokal tersebut. "Melalui pelatihan relawan dapat menghasilkan kaum muda yang beriman, berkarakter, dan berilmu", tambah beliau.


Sarahsehan yang diselenggarakan ini merupakan bagian dari Jambore dan Gladi Tangguh Komunitas Relawan Penanggulangan Bencana di Karanganyar, Solo, pada 15-17 November 2013. Tema yang diangkat adalah "Dengan Semangat Kejuangan dan Jiwa Gotong Royong, Kita Tingkatkan Kompetensi, Integritas, dan Kapasitas Relawan Penanggulangan Bencana yang Tangkas, Tanggap dan Tangguh.


Jambore yang didukung oleh BNPB ini diselenggarakan oleh Search and Rescue Daerah (SARDA) Jawa Tengah dan SAR SENA Kosgoro. Sekitar 800 relawan dari komunitas-komunitas relawan dari Provinsi Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, dan Jawa Timur. (Ty)

Related posts