RELAWAN HARUS BERBEKAL KEAHLIAN DAN KETERAMPILAN

Setiap relawan yang bergerak dalam penanggulangan bencana harus berbekal keahlian atau keterampilan tertentu. Hal tersebut disebutkan diungkapkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif di Seminar Latihan Gabungan dan Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah pada Senin, (4/11), di Bantul, Yogyakarta. Syamsul Maarif menekankan pentingnya pengetahuan para relawan dalam penanggulangan bencana, khususnya pada masa tanggap darurat. Syamsul mencontohkan kepada para relawan mengenai adanya cluster-cluster pada masa tanggap darurat, seperti psikososial, kesehatan, dan sebagainya. "Relawan harus mengenali keahlian dan keterampilannya sesuai dengan cluster pada masa tanggap darurat", ujar Syamsul Maarif yang didampingin jajaran Pejabat BNPB.

Di samping itu, Kepala BNPB juga menyampaikan mengenai pos komando (posko) tanggap darurat bencana. Beliau mengatakan bahwa BNPB telah memiliki Peraturan Kepala (Perka) yang menyebutkan bahwa pada saat masa tanggap darurat akan ada tiga posko, yaitu posko kabupaten sebagai posko utama, posko BNPB sebagai posko pendamping, dan posko khusus untuk relawan. Oleh karena itu, apabila ada bencana, relawan dapat melaporkan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan memberitahukan tentang keahlian mereka sehingga dapat bergabung pada cluster yang ada.


Pada akhir sambutan Syamsul Maarif mengucapkan terima kasih kepada relawan atas panggilan hati nurani untuk kemanusiaan. Beliau juga mengingatkan kepada para relawan untuk terus mencari ilmu baru tetapi juga tidak meninggalkan ilmu yang telah diperoleh dan ini untuk membantu orang lain di kebencanaan.


Kepala MDMC Budi Setiawan, dalam sambutan, mengucapkan terima kasih kepada BNPB atas dukungan sebagai langkah penguatan kelembagaan. Hal senada juga diungkapkan Wakil Bupati Sleman yang memberikan ungkapan terima kasih kepada BNPB dan MDMC dalam penanggulangan bencana.


Latihan Gabungan (latgab) dan Jambore Nasional ini diselenggarakan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) pada 2 - 5 November 2013 di Kecamatan Sandeng, kabupaten Bantul, Provinsi D.I. Yogyakarta. Kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas relawan di bawah Muhammadiyah. Kurang lebih 1.500 peserta turut mengikuti kegiatan yang terdiri dari simulasi, seminar, panggung kreasi relawan, apel siaga, dan gladi ketangkasan. 


Kegiatan yang baru pertama kali digelar oleh MDMC mengangkat dua tema bencana yaitu gempabumi dan tsunami. Latgab dan Jambore Nasional ini diikuti oleh relawan Muhammadiyah, antara lain dari Kelompok Muda Mudi Muhammdiyah (KOKAM), SAR, rumah sakit, dan perguruan tinggi. Masyarakat setempat juga dilibatkan dalam kegiatan ini. (Ty)


Related posts