RAPAT KOORDINASI KEPANITIAAN PERINGATAN BULAN PRB 2013

Mataram, 10 September 2013

Setiap bulan Oktober diperingati sebagai Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) oleh para pelaku penanggulangan bencana di Indonesia. Pada bulan Oktober itu diselenggarakan berbagai macam kegiatan yang bernafaskan upaya-upaya mengurangi risiko bencana. Sebagai puncak Peringatan Bulan PRB pada tahun 2013 ini akan dilaksanakan di Kota Mataram dan sekitarnya, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tanggal 7-11 Oktober 2013. Dalam rangka membahas persiapan-persiapan akhir acara tersebut maka diadakanlah Rapat Koordinasi Kepanitiaan Peringatan Bulan PRB 2013 di Hotel Lombok Plaza, Mataram dengan dihadiri lebih dari 80 orang panitia pusat dan panitia daerah NTB.


Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ir. Dody Ruswandi, MSCE dalam kata sambutan saat pembukaan mengatakan, “Dalam acara Peringatan Bulan PRB ini akan kita perlihatkan apa saja kegiatan pada kesiapsiagaan, pencegahan dan mitigasi bencana. Hal ini harus ditumbuhkembangkan agar kebencanaan dapat menjadi satu bidang kebijakan publik tersendiri seperti bidang pendidikan dan kesehatan.”


Dody Ruswandi melanjutkan bahwa Indonesia adalah negara yang besar karena mempunyai wilayah yang sangat luas dan jumlah penduduk yang sangat banyak. Tapi negara kita ini terletak di wilayah yang sangat rawan bencana sehingga kejadian bencana sering sekali melanda. Perhatian Pemerintah sangat besar untuk upaya menanggulangi bencana dengan dibuktikan besarnya anggaran, walau sebagian besar masih berupa dana siap pakai. Upaya Pemerintah dalam menanggulangi bencana juga mendapatkan perhatian besar dari dunia internasional dengan dibuktikan oleh banyaknya penghargaan internasional kepada Indonesia atas prestasi dalam kerja-kerja penanggulangan bencana.


Dody Ruswandi menekankan bahwa tujuan penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa (save more lives). Dengan demikian pada akhirnya akan melahirkan masyarakat yang tangguh bencana dan kemudian menjadi negara yang tangguh bencana pula. Tentu saja dalam upaya penanggulangan bencana ini melibatkan semua pihak yang berkepentingan, baik pemerintah di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, masyarakat, dunia usaha, lembaga non pemerintah, perguruan tinggi, dan lain-lain.


Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, MT dalam kata sambutannya menyampaikan, “Pemerintah Provinsi NTB mengucapkan terima kasih karena telah dipilih sebagai tempat pelaksanaan Puncak Peringatan Bulan PRB ini. Kehadiran semua pihak dalam acara ini akan sangat berarti bagi pembangunan di NTB.”


Wedha Magema Ardi mengajukan tiga pertanyaan penting, yaitu 1) Bagaimana kebencanaan ditanamkan sejak usia dini?, 2) Bagaimana meningkatkan kooordinasi dan sinkronisasi para pelaku penanggulangan bencana?, dan 3) Bagaimana semua pihak yang terkait penanggulangan bencana mempunyai pola pikir dan tindak yang sama?


Pelaksanaan Peringatan Bulan PRB ini di bawah koordinasi Direktorat Pengurangan Risiko Bencana BNPB. Direktur PRB BNPB, Lilik Kurniawan memaparkan kerangka acara Puncak Peringatan Bulan PRB 2013, “Puncak Peringatan Bulan PRB dilaksanakan selama lima hari dari tanggal 7-11 Oktober 2013 di Kota Mataram dan sekitarnya, Provinsi NTB. Temanya adalah Pengurangan Risiko Bencana, Investasi untuk Ketangguhan Bangsa. Ada 12 kegiatan yang telah direncanakan dan dengan peserta diperkirakan mencapai 3000 orang dari BPBD seluruh Indonesia (provinsi dan kabupaten/kota), Forum PRB, Forum PT untuk PRB, dan para pelaku PRB lainnya. Untuk peserta dari BPBD dalam satu perwakilan akan terdiri dari lima orang. Untuk kepanitiaan acara ini terdiri dari dua kepanitiaan, yaitu panitia pusat terdiri dari BNPB, Kementerian Dalam Negeri dan Platform Nasional (Planas PRB) yang dikoordinasikan oleh BNPB serta panitia daerah terdiri dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi NTB yang dikoordinasikan oleh BPBD Provinsi NTB.


Lilik Kurniawan melanjutkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah 1) Membangun kesadaran bersama dalam PRB di Indonesia, 2) Membangun komunikasi dan mengembangkan jejaring antar pelaku PRB di Indonesia, dan 3) Secara khusus, mensinergikan PRB sebagai investasi pembangunan di daerah yang dapat dijadikan ajang pembelajaran bersama bagi pelaku PRB di Indonesia.


Keduabelas kegiatan dalam acara di atas adalah pameran dan panggung PRB, seminar riset kebencanaan, lomba PRB, bedah buku, penanaman mangrove, pawai/rally PRB, sosialisasi PRB, bakti sosial kesehatan, mitigasi struktur, pelatihan kesiapsiagaan, pertemuan Forum PRB se-Indonesia dan evakuasi mandiri.


Dalam Pameran dan Panggung PRB akan ditampilkan peralatan, tools, poster, foto, buku, stand kuliner, kerajinan khas NTB dan lain-lain terkait dengan kegiatan-kegiatan PRB serta kesenian daerah dan populer terkait tema PRB. Pada kegiatan Seminar Riset Kebencanaan akan dibahas mengenai hasil-hasil 12 perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan BNPB dalam membuat Masterplan Ancaman Bencana di Indonesia. Keduabelas perguruan tinggi itu adalah ITB (gempa bumi), Unsyiah (tsunami), UPN Veteran Yogyakarta (gunungapi), UGM (tanah longsor), Undip (banjir), Univ. Udayana (kekeringan), UI (cuaca ekstrim), Unand (gelombang ekstrim), IPB (kebakaran hutan dan lahan), Unhas (banjir bandang), Unair (epidemi dan wabah penyakit), dan ITS (kecelakaan industri).


Ada sembilan kegiatan dalam Lomba PRB, yaitu Pertunjukan Drama SLTA, Cerdas Cermat BPBD, Lomba Pertolongan Pertama SLPT dan SLTA, Lomba Poster SD dan SLTP, Lomba Membuat Mading SLTP, Lomba Menggambar tingkat SD kelas 3-6, Lomba Mewarnai tingkat TK dan SD kelas 1-2, Lomba Pemetaan BPBD, dan Lomba Rally Foto PRB. Sebagai peserta dalam lomba-lomba PRB ini adalah para pelajar dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, serta BPBD dan Umum. Yang sangat menarik dalam kegiatan ini ada Lomba Cerdas Cermat yang para pesertanya adalah staf-staf BPBD, dan kemungkinan ada 33 tim BPBD yang akan ikut berlomba.


Dalam kegiatan Pawai/Rally PRB akan ditampilkan kendaraan-kendaraan yang biasa digunakan dalam kegiatan penanggulangan bencana, seperti mobil rescue, mobil dapur umum, mobil ambulance, motor trail, kendaraan organisasi otomotif, dan lain-lain.


Pada bagian kegiatan Pelatihan Kesiapsiagaan akan diikuti oleh peserta BPBD seluruh Indonesia dan guru se-NTB. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) dan Save The Children. Tema kegiatan ini adalah “Adaptasi Perubahan Iklim dan PRB” (DNPI) dan “Penguatan Kapasitas Tokoh Agama dan Guru dalam Menhadapi Bencana” (Save The Children).


Acara di Mataram ini juga akan menghadirkan Forum PRB di seluruh Indonesia, khususnya daerah-daerah yang sudah membentuk Forum PRB. Tema kegiatan Pertemua Forum PRB adalah “Strategi Implementasi Deklarasi Yogyakarta”.


Perkembangan informasi terbaru mengenai pelaksanaan acara Peringatan Bulan PRB 2013 ini dapat dipantau di www.peringatanbulanprb.net.  --- (dp) ---

Related posts