RADIO STREAMING PERINGATAN BULAN PRB 2013

Di pojok belakang di dalam Gedung Sangkareng Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) saat kegiatan “Konsultasi Nasional Forum PRB: Strategi Penguatan Kelembagaan Forum PRB dalam Rangka Mewujudkan Ketangguhan Bangsa” ada sebuah meja kecil dan seorang pemuda tampak asyik berbicara di depan mike. Nama pemuda ini adalah Abdurrahman dan dia sedang menyiarkan jalannya pertemuan Forum PRB secara online di radio streaming Heart Radio: Gelombang dari Hati dengan alamat www.dmcradio.net. Radio streaming ini difasilitasi oleh Dompet Dhuafa dan Platform Nasional Pengurangan Risiko Bencana (Planas PRB).

Apa itu radio streaming? Radio streaming atau dikenal juga dengan nama radio internet, web radio, net radio, e-radio adalah layanan penyiaran audio yang ditransmisikan melalui internet. Radio streaming/internet memiliki sebuah media streaming yang dapat menyediakan saluran audio terus menerus dan tidak ada kontrol operasional penyiaran seperti media penyiaran tradisional pada umumnya. Cara yang digunakan untuk menyiarkan radio internet adalah melalui teknologi streaming, yaitu teknologi yang dapat menerima serta mengirim informasi dari satu pihak ke pihak lain menggunakan alat yang dapat menerima aliran media streaming tersebut juga.

Abdurrahman sendiri sudah cukup berpengalaman dengan siaran radio karena selama dua tahun berkecimpung di Radio Komunitas Simponi 107,8 FM di Kota Mataram. Saat ini Abdurrahman kuliah di Jurusan Komunikasi, Fakultas Dakwah, IAIN Mataram semester 5.

Dalam perhelatan Peringatan Bulan PRB 2013 di Mataram ini radio streaming Heart Radio telah mengudara dengan melaporkan secara live dan online pada saat pembukaan acara di GOR 17 Desember Turida, pameran dan panggung hiburan, serta pertemuan Forum PRB tersebut. Selama acara Peringatan Bulan PRB 2013 itu radio streaming ini akan terus melaporkan kegiatan-kegiatan secara live dan online.

Berikut ini sebuah petikan wawancara dari radio itu sebagai berikut:

  • Abdurrahman (Ab), Penyiar radio streaming: Kita sore ini sudah bersama dengan Bapak Gede Sudiartha, Ketua Forum PRB Provinsi Bali. Bagaimana kabar Bapak pada sore ini?

  • Gede Sudiartha (GS), Ketua Forum PRB Prov. Bali: Baik …… baik.

  • Ab: Bagaimana menurut Bapak acara Peringatan Bulan PRB di Pulau Lombok ini?

  • GS: Saya pikir ini adalah sebuah acara yang bagus sekali dalam rangka bagaimana komunikasi dan koordinasi pada semua Forum PRB yang ada di Indonesia. Menyamakan persepsi. Menyamakan program. Dan saling berkomunikasi dan berkoordinasi.

  • Ab: Berapa banyak jumlah Forum PRB yang ada di Lombok?

  • GS: Jumlahnya saya tidak tahu. Yang pasti adalah ini kegiatan yang baik sekali.

  • Ab: Menurut Bapak sendiri, gimana kegiatan yang harus dilaksanakan oleh Forum PRB di Lombok?

  • GS: Yang pertama adalah sama dengan Forum-forum PRB yang lain. Forum PRB harus bekerja sesuai dengan amanat forum. Salah satu tugasnya adalah mendampingi pemerintah untuk mengembangkan dan memfasilitasi semua kegiatan yang berhubungan dengan pengurangan risiko bencana.

  • Ab: Untuk sosialisasi ke masyarakat itu sendiri bagaimana?

  • GS: Inilah yang sebenarnya menjadi persoalan. Saya belum senang atau belum berbahagia karena pengurangan risiko bencana ini baru ada pada tataran strategis atau ad hoc saja. Yang lebih penting lagi adalah bagaimana PRB ini bisa diterima dan sampai kepada masyarakat yang lain.

  • Ab: Dan Bapak sendiri, langkah-langkah apa yang akan dilakukan?

  • GS: Harus bekerja lebih kuat lagi, lebih keras lagi. Tidak boleh berhenti bekerja.

  • Ab: Dan kalau di Bali sendiri apakah sudah berjalan atau belum?

  • GS: Tentu masih ada beberapa hambatan dan tantangan. Tapi jangan dikatakan bahwa hambatan dan tantangan itu menjadi halangan. Anggap saja hambatan dan tantangan itu sebagai jalan sebelum menuju sukses.

  • Ab: Dan yang terakhir apa pesan-pesan terakhir kepada Forum PRB yang ada di Pulau Lombok ini?

  • GS: Saya kebetulan pernah bekerja di Lombok selama dua tahun. Dan yang menjadi pesan saya adalah yang paling bertanggung jawab disini adalah BPBD sebagai leading sektornya dan dibantu oleh sektor-sektor yang lain. Inilah yang harus betul-betul ditingkatkan pemahamannya tentang apa itu PRB, bagaimana harus menjalankan PRB, dan hilangkan orientasi proyek bahwa PRB adalah amanat yang diemban oleh pemerintah kepada dunia kebencanaan.

  • Ab: Terima kasih ya Pak telah berkunjung ke radio kami. Mudah-mudahan bisa berjumpa kembali di kesempatan yang lain.

  • GS: Baik …… baik. Terima kasih juga.

  • Ab: Dan sekian para pendengar radio di mana pun anda berada. Akhir kata kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya telah mendengarkan siaran radio streaming ini dan atas nama kerabat kerja kami pamit undur diri dari ruang dengar anda. Sampai jumpa di esok hari.

Peringatan Bulan PRB 2013 ini dipusatkan di Mataram, NTB pada 7 -11 Oktober 2013 dengan tema “Pengurangan Resiko Bencana sebagai Investasi Menuju Ketangguhan Bangsa”. Pelaksanaan kegiatan dalam rangkaian acara ini dilakukan di Hotel Lombok Raya, GOR 17 Desember Turida, Perpustakaan Universitas Mataram, Gedung Sangkareng Kantor Gubernur NTB, Desa Lembar Kab. Lombok Barat dan Kec. Sikur Kab. Lombok Tengah, serta Desa Cemare dan Desa Labuan Tereng Kab. Lombok Barat. Acara ini diikuti oleh lebih dari 1.300 orang yang berasal dari bupati/walikota, perwakilan BPBD tingkat provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia, Forum PRB tingkat provinsi dan kabupaten/kota, lembaga non pemerintah, pemerintah Provinsi NTB, dan para undangan lainnya

Related posts