PusdiklatPB BNPB&BPBD Kab.Bantaeng Implementasikan Instruksi Presiden mengenai Simulasi Bencana melalui metode TTX & CPX

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantaeng menyelenggarakan kegiatan Perencanaan Simulasi Penangulangan Bencana untuk ancaman Banjir yang didukung oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan penanggulangan Bencana BNPB dan Pemerintah daerah Kabupaten Bantaeng. Kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan kapasitas pemerintah daerah kabupaten Bantaeng dalam menghadapi Ancaman Bencana Banjir. Adapun peserta perencanaan simulasi penangulangan bencana ini melibatkan Dinas PUPR, Kodim 1410 Sekretariat Daerah, Kpolisian Resor Bantaeng, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial. Kegiatan perancaan ini sebagai bahan pelaksanaan simulasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 – 25 Oktober 2019 dan juga bentuk implementasi instruksi Presiden menegenai simulasi bencana.

Metode Perencanan simulasi yang digunakan adalah Academic Session yaitu dengan memberikan pembekalan menganai ancaman bencana, sejarah bencana banjir di kabupaten bantaeng yang pernah terjadi pada tahun 1977, dan 2006 dan Rencana Kontijensi Banjir Kabupaten Bantaeng yang dibuat tahun 2017, ancaman dan cuaca extrem, serta potensi ancaman banjir  yang memungkinkan terjadi di Kabupaten Bantaeng, pengenalan metode Tabletop Exercise (TTX), Comand Post Exercise (CPX).  Metode dalam perencanaan ini selain fasilitator dan narasumber dari pusat,  metode lebih memberikan peran kepada perancang daerah supaya lebih memahami pelaksanaaan simulasi dan bagaimana mengetahui dan merancang sebuah simulasi mulai dari Academik Session, TTX (geladi ruang), dan CPX (Geladi Posko),  ketiga metode ini dilaksanakan dengan saling berkesinambungan dengan harapan bisa menjadi acuan dalam pelaksanaan sejenis memakai fasilitator yang sudah dilatih pada kegiatan ini.

Dalam metode  Academic Session perancang membekali peserta mengenai konsep, Geladi Ruang untuk menyatukan pemikiran/ide dari setiap dinas/instansi terkait kebencanaan di Pemda Kabupaten Bantaeng, sehingga akan menghasilkan Protap yang disepakati bersama, dan dapat digunakan secara bersama. Sedangkan Geladi Posko bertujuan untuk melatih aktor kebencanaan dapat merespon secara cepat dan tepat kompleksitas persoalan yang muncul saat bencana terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantaeng Drs. Muslimim.M ,MM menyampaikan kebanggaan beliau bisa langsung terlibat di dalam simulasi yang dilaksanakan. Hal ini dikarenakan partisipasi dan semangat semua SKPD terkait dalam melaksanakan kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Apresiasi juga diberikan kepada Pusdiklat PB BNPB yang telah memberikan dukungan terhadap kesempurnaan pelaksanaan kegiatan. Hal ini dikarenakan penjelasan dan pendampingan serta memberikan kesempatan pada perancang daerah untuk ikut serta membuat Rencana Garis besar (RGB), Matrik Inventarisasi Permasalahan (MIP) serta beberapa perancanag dari BPBD, dan Polres memimpin pembuatan Rencana Operasi Latihan (ROL) dan Master Skenario Event List (MSEL) oleh Pusdiklat PB BNPB, begitu pula Narasumber dan Perancang yang kompeten selama acara perencanaan simulasi sehinga membuat perancang merasa benar-benar menjadi bagian pembuatan skenario simulasi banjir.

Perancang Pusat Jajat Suarjat, Ricko Pratama Jonisunu  dari Pusdiklat PB BNPB, serta Setiawan Cahya Purnama dari kedeputian tanggap darurat menuturkan harapannya kepada pemerintah daerah khususnya BPBD Kabupaten Bantaeng agar acara ini tidak berhenti disini, namun dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Simulasi dapat meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan didaerah, sehingga akan memudahkan proses penanganan darurat jika terjadi bencana.  

Penulis :

1. Jajat Suarjat, S.Pd, M.Si(Han)

2. Ricko Pratama Joni Sunu, S.Si

 

Related posts