Presiden Tanda Tangani Kepres Percepatan Relokasi Korban Sinabung

JAKARTA - Dalam Rapat Terbatas ‎Tindak Lanjut Penanganan Bencana Erupsi Gunung Sinabung yang dipimpin langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo, di Istana Presiden pada Selasa (21/9) pukul 15.30 WIB, Presiden menyatakan bahwa telah menandatangi Keputusan Presiden No 21 Tahun 2015 tentang Satuan Tugas Percepatan Relokasi Korban Terdampak Bencana Erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Presiden dalam rapat terbatas menyampaikan bahwa, "Saya perintahkan agar relokasi 370 KK korban Gunung Sinabung selesai semuanya pada akhir tahun ini. Bupati Karo agar lebih aktif. Jangan semuanya dilimpahkan ke pusat." Sesuai perintah Presiden Jokowi saat kunjungan ke Sinabung pada 29 Oktober 2014‎, masalah relokasi harus segera dituntaskan. Pengungsi yang ada juga ditangani dengan baik. Saat ini masih ada 2.615 KK (9.538 jiwa) yang mengungsi karena status Gunung Sinabung masih Awas.  ‎ Sesuai rekomendasi PVMBG, maka 2.053 KK (6.179 jiwa) dari 7 desa harus direlokasi karena desa tersebut berada Kawasan Rawan Bencana 3. Untuk prioritas pertama maka 370 KK (1.212 jiwa) warga Desa Bekerah, Simacem dan Sukameriah akan direlokasi di kawasan Siosar. Saat ini 370 unit Huntap sudah jadi dan sudah diserahkan kepada warga. Namun yang ditempati baru 21 KK. Hal ini karena lahan pertaniannya belum tersedia. Lahan seluas 185 ha hutan pinus untuk lahan pertanian bagi mereka belum selesai ditebang. Baru 120 ha, diharapkan selesai November 2015 nanti. Lahan ini juga masih perlu dimatangkan dan tunggul pohon harus dicabut. Ini perlu waktu 9-12 bulan. Untuk itu warga diperpanjang bantuan sewa lahan pertanian dan rumah selama setahun.‎ Rencana Presiden akan berkunjung ke Siosar pada ‎25 September 2015 nanti untuk melihat langsung Huntap dan dialog dengan masyarakat. Sejak September 2013 hingga sekarang, BNPB telah membantu Pemda Karo Rp 171,8 milyar untuk penanganan Sinabung. Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB‎

Related posts