PIT 2015 : Indonesia adalah Laboratorium Bencana

Yogyakarta - Kedua kalinya Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) diselenggarakan. Tahun sebelumnya di Surabaya, tahun 2015 ini diselenggarakan di Yogyakarta, tanggal 26-28 Mei 2015 di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada. Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan ke-2, dengan tema Membangun Kemandirian Industrialisasi dan Teknologi Berbasis Riset Kebencanaan Indonesia.  Dalam sambutannya Prof.Sudibyakto selaku Ketua IABI mengatakan agar masyarakat yang ada lebih mudah mendapatkan informasi mengenai riset kebencanaan. “Mulai tahun ini kami akan menerbitkan jurnal IABI 2 kali dalam setahun"ucapnya.  Sementara itu, Rektor UGM, Prof.Dwikorita Karnawati,M.Sc,Ph.D dalam sambutannya mengatakan kurangnya penghargaan apresiasi masyarakat Indonesia terhadap hasil riset/produk dari kampus. "Alhamdulillah BNPB mau menggunakan produk atau riset dari UGM" katanya.  Prof.DR.Syamsul Maarif,M.Si berpesan agar tidak berhenti hanya pada penelitian saja tetapi pemerintah dibantu dan diberitahu produk apa saja yang telah ditemukan akademisi untuk penanggulangan bencana.  "Indonesia adalah Laboratorium bencana.Lebih cepat,lebih sedikit korbannya, dan lebih sedikit kerugiannya, itu adalah inti dari menanggulangi bencana" ujarnya.   Ir.Basuki Hadimuljono menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, solusi sinergi PU dan PR dalam penanggulangan bencana adalah meningkatkan pemanfaatan pengendalian ruang, dan penanganan bencana secara aplikatif. "Bagaimana alat-alat berat dapat mudah menyentuh daerah rawan bencana menjadi tanggung jawab kami. Selain itu,bidang riset kami juga sudah mempunyai pembangunan rumah yang instant dan tahan gempa" ungkapnya.  Rangkaian kegiatan antara lain adalah Review Blue Print Riset Kebencanaan Indonesia, Diskusi untuk membangun konsep gerakan nasional Kebencanaan,seminar nasional ilmiah Kebencanaan,pameran riset Kebencanaan dan ignite stage yang terbuka untuk umum. (acu)

Related posts