Pertemuan Ke-4 Kelompok Kerja Rehab-Rekon ACDM

YOGYAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Association Southeast Asian Nations (ASEAN) menyelenggarakan pertemuan keempat kelompok kerja rehabilitasi dan rekonstruksi ASEAN Committee on Disaster Management (ACDM) pada Senin, 24 Agustus 2015, di Yogyakarta. Pertemuan ini merupakan proses pembahasan rancangan pedoman recovery atau rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) di kawasan Asia Tenggara.

Rehab-rekon merupakan proses penting dalam membangun kembali kehidupan masyarakat pasca bencana. Latar belakang ini menjadi salah satu bagian dari dokumen Kerangka Kerja 2010 - 2015 Agreement on Disaster Management and Emergency Response (AADMER). Konteks tersebut mendorong negara-negara ASEAN menyusun Pedoman rehab-rekon sebagai prioritas tinggi yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan kapasitas di antara negara-negara ASEAN.

Terkait dengan pedoman, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Harmensyah mengharapkan gagasan baru sebagai masukan terhadap rancangan yang sedang disusun. Di sisi lain, Deputi menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pencapaian yang telah dibahas pada pertemuan sebelumnya di Inle Lake, Myanmar tahun lalu. Pertemuan keempat ini merupakan pertama kali sejak pertemuan Sendai Framework di Jepang pada Maret 2015.

Sementara itu, co-chair perwakilan Pemerintah Myanmar Phyu Phyu Win menyampaikan perihal peran dalam kolaborasi di antara negara-negara ASEAN. Phyu Win mengatakan bahwa kolaborasi memiliki arti penting terhadap rehab-rekon dalam kerangka membangun kembali masyarakat. Phyu Win menekankan pada prinsip build back better dan disaster risk reduction. Phyu Win, perwakilan Pemerintah Myanmar sebagai focal point kelompok kerja ini, menyampaikan terima kasih atas kerjasama dan kolaborasi antara BNPB sebagai tuan rumah pertemuan keempat, ASEAN Sekretariat dan AHA Centre.

Deputi Bidang Rehab-Rekon BNPB Harmensyah membuka secara resmi pertemuan, dengan didampingi perwakilan Pemerintah Myanmar sebagai focal point kelompok kerja ini. Peserta pertemuan berasal dari delegasi ASEAN yang tergabung dalam Kelompok Kerja Rehab-Rekon, ASEAN Sekretariat, AHA Centre, dan UNDP.

Related posts