Persiapan Delri dalam Rangka 7th Plenary Meeting Security and Resilence di Bangkok

JAKARTA - Direktorat PRB BNPB menyelenggarakan Kegiatan Rapat Persiapan Delri dalam Rangka 7th Plenary Meeting ISO/TC 292 Security and resilence di Bangkok, Thailand pada tanggal 8-13 September 2019, di Ruang Rapat Lt.1 Gedung A BMKG, Jakarta (5/9).

Kegiatan rapat ini dipimpin oleh Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati dan dihadiri oleh Kepala Deputi Bidang Geofisika BMKG, Direktur PRB BNPB, Kasubdit Mtigasi BNPB, Prof. Faisal Fathani dari UGM, perwakilan BSN, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, ITB, BPPT, LIPI, UPN Veteran Yogyakarta, Praktisi Kebencanaan, Anggota Komtek 13-08 bidang Penanggulangan Bencana, Staf BMKG dan Staf BNPB. 

Agenda kegiatan antara lain: 1) Pembahasan Proposal Guidelines for implementation of a community based tsunami early warning system; dan 2) Pembahasan tanggapan hasil voting ISO DIS 22328 -1. 3) Persiapan Plenary Meeting ISO TC 292: Security and Resilience yang akan diselenggarakan di Bangkok, Thailand

Dalam sambutannya, Direktur PRB BNPB menyampaikan persiapan dan agenda sidang ISO 7th Plenary Meeting ISO/TC 292 Security and resilence di Bangkok, Thailand. Prof. Faisal Fathani dari UGM selaku Expert ISO 22327 dan ISO DIS 22328-1 menyampaikan perjalanan penyusunan ISO 22327 Guidelines for implementation of a community based landslide early warning system dan progress ISO DIS 22328-1 Guidelines for implementation of a community based tsunami early warning system. Perwakilan dari BSN menyampaikan mengenai tindak lanjut dan proses-proses yang harus dilakukan hingga suatu usulan Draft menjadi standard ISO. 

Kepala BMKG dalam paparannya menyampaikan: 1) pentingnya penyusunan standard-standar di Indonesia untuk menjadi Standar ISO agar Indonesia dapat diakui dunia dalam hal penanggulangan bencana dan menjadi standard untuk pendekatan bisnis terutama dalam penanggulangan bencana. Sebelum Standar Inernasional ditetapkan diharapkan secara parallel menyusun SNI untuk tema yang sama 2) End to End System dalam Early Warning untuk Tsunami; dan 3) Usulan ISO Guideline for Commmunity Based Tsunami Early Warning System meliputi a) risk assessment, risk mapping dan risk communication; b) education dan evaluation exercise; c) contingency plan dan local task force; d) instalatio of eraly warning instrumentation; 5) strengthening institutional framework coordinationresponsibility sharing dan terakhir 6) Evaluation for improvement.

Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah akan disiapkan New Work Item Proposal (NWIP) untuk Guidelines for implementation of a community based tsunami early warning system, yang merupakan proposal ke – 3 dari Indonesia. Deputi Bidang geofisika ditunjuk sebagai Project Leader atas proposal tersebut. Proposal ini yang akan disampaikan dan dibahas di sekretariat TC 292 pada saat pertemuan di Bangkok.

Direktorat PRB BNPB

Related posts