Perkembangan Bencana Kekeringan Beberapa Wilayah

JAKARTA - Berdasar data BMKG masih ada beberapa daerah yang belum turun hujan salah satunya adalah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Alor. BNPB mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan kaji cepat dan verifikasi permohonan Dana Siap Pakai (DSP).

Pemerintah Kabupaten TTU mengirimkan surat permohonan bantuan DSP sebesar Rp 629.200.00 kepada BNPB untuk mengatasi bencana kekeringan. Biasanya pada bulan November sudah turun hujan, sejak bulan Mei sampai dengan November baru turun hujan 1 kali sehingga kondisi sangat kering. Selama ini BPBD melakulan dropping air bersih kepada penduduk. Pemda TTU sudah menghabiskan dana sekitar Rp 100 juta untuk keperluan dropping air bersih dengan alokasi 10 tangki per desa di 20 desa yang mengalami kekeringan. Berdasarkan keterangan BPBD TTU terdapat 99 desa di 21 kecamatan yang terdampak bencana kekeringan.

TRC BNPB juga melakukan kaji cepat dan verifikasi permohonan DSB dari Kabupaten Alor sebesar Rp 925.000.000 untuk mengatasi kekeringan. Terdapat 60 desa di 15 kecamatan di Alor yang mengalami bencana kekeringan. Selama ini BPBD Kabupaten Alor juga melakukan dropping air bersih ke penduduk dengan menggunakan dana APBD yang ada.

Berdasarkan pantauan Pusdalops BNPB per hari ini (22/11) berikut adalah wilayah yang masih mengalami kekeringan sampai dengan bulan November 2019:

 

99 desa di 21 kecamatan di TTU, NTT

60 desa di 15 kecamatan di Alor, NTT

27 desa 8 kecamatan di Flotim, NTT

24 Desa 6 kecamatan Kab. Pati Prov. Jateng

2 Desa di Kab. Kendal Prov. Jateng

12 Kecamatan di Kab. Cirebon Prov. Jabar

25 Desa di 8 Kecamatan di Kab. Brebes Prov. Jateng

7 Desa di 3 Kecamatan Kab. Karangasem Prov. Bali

 

Solusi jangka pendek yang dilakukan Pemerintah Daerah adalah dengan melakukan distribusi air dan menggunakan dana dari APBD masing-masing. Jika masih kurang makan BNPB akan memberikan DSP sesuai kebutuhan dari daerah.

Sedang untuk solusi jangka panjang BNPB menghimbau kepada Pemerintah Daerah untuk melakukan penanaman pohon di daerah kritis dan daerah tangkapan air hujan dengan tanaman mempunyai potensi  menyimpan air dalam tanah seperti beringin, trembesi, sukun, dll. Selain itu, BNPB bersama dengan komunitas masyarakat berusaha untuk melakukan aksi penyelamatan mata air seperti membersihkan sungai.

 

 

Agus Wibowo

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB

Related posts