Mulailah mengetik pada pencarian di atas dan tekan tombol kaca pembesar untuk mencari.

Peringatan Dini Bencana

BAGIKAN:


Peringatan dini merupakan serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang. Undang Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana mengamanatkan peringatan dini sebagai bagian dari penyelenggaraan penanggulangan bencana dalam situasi terdapat potensi terjadinya bencana, di samping upaya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana (Pasal 34 huruf b).

 

Peringatan dini dalam Undang Undang Nomor 24 Tahun 2007 bertujuan untuk pengambilan Tindakan cepat dan tepat dalam rangka mengurangi risko bencana, serta persiapan tindakan tanggap darurat. Peringatan dini ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu (1) pengamatan gejala bencana, (2) analisis hasil pengamatan gejala bencana, (3) pengambilan keputusan oleh pihak yang berwenang, (4) penyebarluasan informasi tentang peringatan bencana dan (5) pengambilan tindakan oleh masyarakat. Tahapan-tahapan ini kemudian disebut sebagai sistem peringatan dini bencana. Integrasi antar tahapan tersebut dalam system ini harus diselenggarakan dengan seimbang sehingga menghasilkan manfaat yang optimal dan efektif.

 

Implementasi integrasi dalam lima tahapan peringatan dini di atas sejauh ini memiliki beragam tantangan. Salah satu tantangan yang dihadapi yaitu diseminasi informasi dan komunikasi antara lembaga/ instansi dan masyarakat yang masih sangat perlu dioptimalkan. Latar belakang ini mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai lembaga yang mempunyai fungsi komando, koordinasi dan pelaksana penanggulangan bencana untuk menyediakan layanan informasi peringatan dini bencana yang terintegrasi berbasis laman atau website.

 

Melalui website, BNPB mengharapkan masyarakat dapat mengakses dan mendapatkan informasi peringatan dini secara cepat dan jelas. Website ini berfokus pada peringatan dini bencana hidrometeorologi karena bencana ini menempati urutan tertinggi di antara jenis bencana lain di Indonesia. Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang disebabkan oleh pengaruh cuaca, seperti bencana banjir, tanah longsor, puting beliung dan kekeringan.

 

BNPB telah melakukan penyebarluasan informasi peringatan dini melalui beberapa media, yaitu surat resmi, jejaring sosial atau WAG (whatsapp group), pemasangan alat peringatan dini, pemasangan rambu-rambu daerah rawan bencana dan peringatan dini dengan lewat akun sosial media dan website. Beragamnya media tersebut merupakan upaya penyesuaian kondisi masyarakat yang berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lain. Website peringatan dini bencana akan menampilkan informasi harian, bulanan dan insidental.

 

Hingga saat ini, Direktorat Peringatan Dini BNPB telah melakukan penyebaran informasi harian berupa analisis data BMKG dengan pendekatan impact-based forecast (IBF) dan inaRISK), langkah antisipasi dan kesiapsiagaan melalui media WAG. Misal di dalam WAG, informasi yang diberikan berupa daerah berstatus potensi waspada, siaga dan awas dan langkah kesiapsiagaan kepada pemerintah dan masyarakat pada setiap status.

 

Selain melalui media WAG, penyebarluasan peringatan dini harian dilakukan secara insidental jika terjadi peningkatan aktivitas potensi ancaman bencana. Pada kondisi krisis tersebut BNPB akan menyebarluaskan informasi dengan surat resmi ataupun WA untuk pemerintah daerah. Sedangkan untuk diseminasi bulanan, BNPB akan menginformasikan potensi bahaya banjir dan tanah longsor di beberapa daerah dengan input prediksi curah hujan bulanan.

 

Penyebarluasan peringatan dini yang dilakukan oleh BNPB menekankan langkah-langkah kesiapsiagaan yang disesuaikan dengan peningkatan status potensi ancaman bencana. Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat dapat memiliki kepedulian dan kesadaran bahwa bencana dapat datang sewaktu-waktu sehingga saat terjadi bencana, masyarakat akan mengerti langkah-langkah yang harus dilakukan. Dengan demikian, dampak bencana dapat dikurangi atau diminimumkan bahkan dihindari.

 

Kerja sama antar lembaga/instansi diperlukan untuk mengupayakan integrasi sistem peringatan dini untuk lebih mengedepankan kebutuhan di masyarakat berkaitan dengan pengurangan risiko dan peningkatan kapasitas dapat dioptimalkan. Peringatan dini pada website ini memuat informasi yang telah dianalisis dari berbagai sumber website lembaga/ instansi teknis terkait kumpulan info bencana dan peringatan dini, seperti:

 

http://inarisk.bnpb.go.id/

https://gis.bnpb.go.id/;

http://web.meteo.bmkg.go.id/id/pengamatan/satelit/;

http://web.meteo.bmkg.go.id/id/prakiraan/ikhtisar-indonesia/;

https://signature.bmkg.go.id/;

https://magma.vsi.esdm.go.id/;

http://modis-catalog.lapan.go.id/himawari-8/