Penyusunan Buku Khutbah Kebencanaan bagi Umat Katolik

Surabaya - pada hari Senin tanggal 16 September 2019 telah diadakan rapat pemberian masukan dan peninjauan buku khutbah kebencanaan bagi Umat Katolik di Hotel Santika Gubeng Surabaya Jawa Timur. Rapat ini di buka oleh Direktur Pengurangan risiko bencana BNPB dan dihadiri oleh Prof. dr. Syamsul Maarif dari IABI, Prof. Wuri Soedjatmiko, Ph.D., perwakilan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, dan perwakilan IABI.

Pada saat pembukaan Dr Raditya Jati M.Si., Direktur Pengurangan Risiko Bencana menyampaikan ucapan terimakasih atas inisiasi dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dalam menyusun Buku Khutbah Kebencanaan Bagi Umat Katolik. Buku ini dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kapasitas umat beragama dalam pendidikan kebencanaan dan mningkatkan solidaritas kemanusiaan. Selain itu buku khutbah ini juga dapat menguatkan ketangguhan keluarga. Dalil-dalil yang ada dalam buku dapat memberikan dasar bagi penguatan kesabaran dalam menghadapi ancaman bencana. 

Prof Syamsul Maarif menyampaikan bahwa tidak akan terjadi bencana bila manusia itu mendengarkan peringatan. Artinya mampu menerima peringatan Tuhan menurut perspektif ilahiyah. Sehingga manusia tahu bagaimana menghadapi bencana dan apa yang akan dilakukan dalam menghadapi bencana tersebut. Bencana bukan merupakan sebuah hukuman tetapi karena adanya kejadian alam yang terjadi. Bahwa sejarah berulang dengan sendirinya.

Kegiatan rapat ini membahas empat bagian bab dalam buku yang ditulis oleh 11 orang dosen dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dan romo. Buku khutbah ini merupakan perpaduan dari doa sehari-hari, perumpaan peristiwa di alkitab yang merupakan pembelajaran dari kesengsaraan dan penderitaan seperti halnya bencana. Pembelajaran ini digunakan untuk menguji kesabaran umat manusia di dunia. 

Sebagai tindak lanjut dari rapat ini akan dilakukan rapat lanjutan yang membahas draf buku khutbah yang sudah disempurnakan. Diperlukan rencana matang untuk penyebaran buku khutbah ini agar dapat digunakan oleh umat katolik di Indonesia secara lebih luas.

 

 

Direktorat Pengurangan Risiko Bencana BNPB

Related posts