Peningkatan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Daerah Ke-2 Tahun 2016

BANDUNG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Tanggap Darurat setiap tahun mengadakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Daerah dari Prov/Kab/Kota seluruh Indonesia secara bergilir. Dimana untuk tahun 2016 diadakan dua kali, yang pertama telah  dilaksanakan pada  tanggal 20 – 25  Maret 2016 dan yang kedua sedang dilaksanakan tanggal 15 – 20 Mei 2016 bertempat di Hotel Mason Pine, Kab.Bandung, Prov. Jawa Barat.

Peningkatan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Daerah tahun 2016 ini dibuka oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Ir. Tri Budiarto, M.Si pada hari Minggu (15/5). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis dan manajerial bagi anggota TRC Daerah, karena TRC merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan tugas pada penanganan darurat bencana.

Kegiatan ini mempunyai tujuan khusus antara lain agar personil yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat dapat melaksanakan tugas secara cepat dan tepat pada saat tanggap darurat sesuai dengan perkembangan kondisi bencana yang terjadi, menggunakan sistem penanganan darurat bencana dengan pemanfaatan sumber daya manusia, peralatan dan perlengkapan yang ada, meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan mobilisasi dalam penanganan darurat bencana, serta meningkatkan kemampuan pemahaman sistem komando penanganan darurat bencana.

Materi pelajaran dalam kegiatan ini adalah manajemen penanganan darurat, peran TRC dan kaji cepat, koordinasi dalam penanganan darurat bencana, public speaking, pertolongan pertama dan evakuasi medik korban, standar kompetensi untuk personel penanggulangan bencana, pengembangan sistem komando penanganan darurat bencana, standar minimal pemenuhan kebutuhan dasar untuk korban bencana, penanganan korban masal, manajemen shelter, manajemen DVI, pengenalan radio komunikasi dan GPS, dan simulasi. Narasumber yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari internal BNPB, UN OCHA, LSP PB, ambulan gawat darurat Dinkes DKI Jakarta, BPBD DKI Jakarta, Pusdokkes POLRI, PMI, dan praktisi kedokteran. Dan metode kegiatan ini antara lain terdiri dari tatap muka di kelas, diskusi kelompok, praktek lapangan, presentasi, dan evaluasi.

Kegiatan ini dikuti peserta sebanyak 100 orang dari 20 BPBD Kab/Kota  yaitu Kab.  Aceh Jaya, Kab. Solok Selatan, Kab. Tanjungjabung Barat, Kab. Belitung, Kab. Banyuasin, Kab. Lampung Selatan, Kab. Pangandaran, Kab. Brebes, Kab. Temanggung, Kab. Sidoarjo, Kab. Sumba Barat, Kab. Hulu Sungai Selatan, Kab. Poso, Kab. Maluku Tenggara Barat, Kota Cilegon, Kota Pematang Siantar, Kota Sukabumi, Kota Buleleng, Kota Palangkaraya, dan Kota Jayapura  dengan masing-masing peserta dari BPBD sebanyak 5 orang.


Related posts