Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (jitu pasna)

BANDA ACEH – Direktorat Penilaian Kerusakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan kegiatan fasilitasi pengkajian kebutuhan pascabencana (jitu pasna) di Provinsi Aceh,  diikuti oleh 50 peserta dari perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Provinsi/kab/kota Aceh dan SKPD terkait, pada tanggal 20 – 24 Juni 2016 bertempat di Hotel Oasis, Banda Aceh.

Acara ini dibuka oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Provinsi Aceh Drs. Said Rasul. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa Provinsi Aceh termasuk daerah yang rawan bencana oleh karena itu kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya bidang penilaian kerusakan di BPBA perlu ditingkatkan, karena saat ini kualitas SDM di BPBA sangat kurang, dan diharapkan dengan adanya acara ini peserta dapat meningkatkan pengetahuan mengenai pengkajian kebutuhan pascabencana, agar pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat tepat sasaran.

Direktur penilaian kerusakan Ir. Neulis Zuliasri, M.Si. yang diwakili oleh Ka.Subdit Estimasi Pembiayaan Ir. Darwis Sitinjak, dalam paparannya mengatakan bahwa kebijakan strategis BNPB tahun 2015-2019 bidang rehabilitasi dan rekonstruksi adalah percepatan pemulihan pascabencana,  dengan kegiatan prioritas berupa pemulihan dan peningkatan bidang fisik maupun sosial ekonomi, serta kegiatan pendukung berupa peningkatan kapasitas jitu pasna khususnya bagi aparatur BPBD dan SKPD terkait di provinsi/kab/kota dan mengintegrasikan penanggulangan bencana khususnya kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi ke dalam rencana pembangunan nasional dan daerah.

Tujuan dari acara ini adalah untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pada bidang rehabilitasi dan rekonstruksi sehingga mempunyai pemahaman yang sama mengenai pengkajian kebutuhan pascabencana serta mampu menyusun dokumen rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana, sehingga dapat membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam melakukan verifikasi data kerusakan dan perhitungan kebutuhan pascabencana.



Related posts