Pemerintah Amerika Terus Jalin Kerjasama Penanggulangan Bencana Indonesia

JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat memberikan perhatian serius terhadap penanggulangan bencana di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan kunjungan Duta Besar Amerika Serikat Robert O. Blake pada Rabu (20/4) di Graha BNPB, Jakarta. Pemerintah Amerika dan Indonesia sepakat untuk terus membangun kerjasama di bidang penanggulangan bencana. 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan bahwa Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Indonesia telah memiliki kerjasama yang panjang. Salah satu bentuk kerjasama tersebut adalah adaptasi beberapa sistem penanggulangan bencana dari Federal Emergency Management Agency (FEMA). Willem menambahkan kerjasama yang telah terjalin antara Pemerintah Amerika dan Indonesia, antara lain Indonesia All-hazards Warning and Risk Evaluation (InAWARE), Incident Command System (ICS), Technical Assistance and Training Teams (TAATS) dan perkuatan Pusat Pendidikan dan Pelatihan.

Sementara itu, Robert O. Blake memuji upaya penanggulangan bencana di Indonesia. Robert menilai bahwa Indonesia maju dalam melakukan kerjasama dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan, dibandingkan dengan negara-negara lain. 

Hal senada sempat diungkapkan Direktur Divisi Asia, Amerika Latin dan Eropa USAID James Fleming saat BNPB berkunjung ke kantor pusat USAID di Washington DC, Amerika Serikat pada 30 Maret 2016. James mengatakan bahwa Indonesia merupakan rujukan atau role model untuk negara-negara berkembang dalam penanggulangan bencana. 

Indonesia saat ini dijadikan rujukan (role model) untuk negara-negara berkembang dalam penanggulangan bencana. Keberhasilan Indonesia melakukan penanggulangan bencana telah menginspirasi negara-negara berkembang untuk menjadikan contoh dalam penangana bencana di negaranya. Hal ini dikemukakan langsung oleh James Fleming, Direktur Divisi untuk Asia, Amerika Latin dan Eropa USAID’s Office of US Foreign Disaster Assistance (USAID/OFDA) kepada Kepala BNPB, Willem Rampangilei dan delegasi Indonesia, di Kantor Pusat USAID Washington DC, pada Rabu (30/3/2016).

Beberapa pokok pembahasan kerjasama ke depan, antara lain mengenai pertukaran sumber daya manusia, peningkatan kapasitas pusat pendidikan dan pelatihan Indonesia Disaster Relief Training Ground sebagai center of excellence pelatihan kebencaaan di tingkat regional maupun global serta kerjasama dalam pencegahan dan sistem kedaruratan kebakaran hutan dan lahan. Terkait dengan pertukaran tenaga ahli, “Pertukaran personel (tenaga ahli) merupakan kesempatan berbagi pengalaman dan pengetahuan antara BNPB dan FEMA untuk peningkatan kapasitas masing-masing lembaga, “ tambah Willem.  

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Wisnu Widjaja menambahkan bahwa Pemerintah Amerika Serikat memiliki keinginan untuk membantu early warning dalam konteks potensi bencana tsunami. 

Di sisi lain, Wisnu menambahkan bahwa Pemerintah Amerika Serikat memandang perlu dalam membangun kesadaran di tingkat masyarakat. Kerjasama yang akan terus dilakukan kedua belah pihak tersebut juga memfokuskan pada peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, baik di tingkat pemangku kepentingan hingga masyararakat. 

Kunjungan Duta Besar Amerika Serikat yang didampingi perwakilan USAID merupakan tindak lanjut kunjungan Kepala BNPB ke Washington DC, Amerika Serikat pada Maret lalu. Di akhir kunjungan, Robert O. Blake meninjau ruang diorama dan Pusdalops yang berada di Gedung Graha BNPB. Duta Besar Amerika Serikat melihat secara langsung InAWARE, sistem pantauan yang telah didukung oleh Pemerintah Amerika Serikat melalui Pacific Disaster Center (PDC). BNPB sangat mengapresiasi atas kerjasama BNPB dan PDC dalam mewujudkan InAWARE. Sistem ini diaplikasikan BNPB di tingkat nasional dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik di tingkat provinsi, kabupaten dan kota. 

Related posts