Pemantapan Manajemen Logistik & Peralatan di NTT

KUPANG- Kedeputian Peralatan dan Logistik mengadakan pemantapan & manajemen logistik peralatan bertempat di hotel Aston, Kupang yang berlangsung selama tiga hari (11-13/5/2016) sedangkan untuk praktek lapangan di pantai Lasiana. Kegiatan ini diikuti sekira 73 orang yang berasal dari BPBD wilayah NTT dan sekitarnya. Dalam sambutannya Plt Deputi Logistik dan peralatan Harmensyah mengatakan, kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana dan berdasarkan data yang menunjukkan eskalasi kejadian bencana yang selalu meningkat, menuntut kita harus melakukan penguatan kelembagaan baik di tingkat pusat dan daerah. "Salah satunya adalah mewujudkan sistem manajemen logistik dan peralatan yang baik. Khusus di bidang logistik dan peralatan, penurunan Indeks Risiko Bencana dilakukan dengan dukungan logistik dan peralatan penanggulangan bencana yang memadai untuk kesiapsiagaan dan penanganan darurat sesuai standar minimal. Target yang dicapai pada 2015 sebesar 40% dan di 2016 sebesar 45%. Peningkatan kapasitas tata kelola logistik dan peralatan penanggulangan bencana. Target yang dicapai pada 2015 sebesar 10% dan di 2016 sebesar 15%. Untuk mewujudkan kesiapan lembaga dan SDM pada BPBD, kegiatan pemantapan manajemen logistik dan peralatan perlu dilakukan secara berkala," kata Harmensyah. Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Tini Thadlus, mengatakan provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi yang tingkat rawan bencananya tinggi sehingga sewaktu-waktu dapat terjadi bencana. Untuk mendukung penanggulangan bencana dukungan logistik dan peralatan sangat penting. "saya ucapkan terimakasih atas bantuannya dari BNPB diberikannya logistik dan peralatan dalam penanggulangan bencana serta dukungan dalam kegiatan pemantapan manajeman logistik dan peralatan," kata Tini. Pada pertemuan tersebut juga diserahkan secara simbolis bantuan logistik dan peralatan ke BPBD Provinsi NTT dan Kabupaten/Kota senilai Rp 16.345.285.920 (Enam belas miliar tiga ratus empat puluh lima juta dua ratus delapan puluh lima ribu sembilan ratus dua pukuh rupiah. (rus)

Related posts