Pelantikan Kepala BNPB oleh Presiden RI di Istana Negara

Jakarta - Willem Rampangilei resmi menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggantikan Syamsul Maarif yang sebelumnya telah menjabat dari tahun 2008,sejak berdirinya BNPB. Pelantikan dilakukan di Istana Negara, oleh Presiden RI Joko Widodo, (7/9), pukul 15.00 WIB. Sebelumnya Willem Rampangilei merupakan pejabat eselon 1 di Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaaan. Sosoknya dinilai kompeten di bidang penanggulangan bencana dan sudah mengemban banyak pengalaman bersama BNPB. Menurut Mensesneg Pratikno, sosoknya bukanlah orang asing di dunia bencana."Pertimbangannya adalah kompetensi dan pengalaman di bidang bencana," katanya. Sebelum menjabat sebagai deputi di Kemenko PMK, jabatan beliau adalah Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VIII Manado. Ia pernah menjadi Kepala Dinas Hidrografi dan Oseanografi (Kadishidros) Mabesal di Jakarta sebagai Kepala Dinas Hidrografi dan Oseanografi (Kadishidros) Mabesal di Jakarta. Pria kelahiran lahir Surabaya 9 September 1955 ini mengawali kariernya di TNI AL pada tahun 1980. Setamat AIP Jakarta, dia masuk Sepawamil dengan pangkat Letnan Dua. Kemudian dia melanjutkan pendidikan MPB III (1980), MPB II (1982) dan MPB I (1985). Pendidikan militer yang pernah diikuti di antaranya, Kursus Korbanten (1985), Kursus KPPK Buru Ranjau (1988), Diklapa (1990), Diklapa II (1991), Kursus Komandan KRI (1992), Dikseskoal (1995), JSSC Seskogab Australia (1998), dan Lemhanas RI (2008).
Beliau juga pernah menjabat sebagai penilai militer RI di New York, dan terakhir menjabat sebagai Kadishidros Mabesal. Tanda jasa yang dimiliki adalah Bintang Jalasena Nararya, Satya Lencana Seroja, Satya Lencana Kesetiaan XXIV Tahun dan Satya Lencana Dwidya Sistha.
 

Related posts