Peduli Sampah Bagian dari Pengurangan Risiko Bencana

JAKARTA - Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup,Siti Nurbaya bersama beberapa pejabat yang juga dihadiri Kepala BNPB Willem Rampangile,pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Bundaran HI,Jakarta (21/2).Tidak hanya Jakarta, Stop menggunakan tas plastik juga mulai serentak dilaksanakan kota besar lainnya, antara lain Bandung,Balikpapan,Makassar dan Surabaya.

Sebagai contoh, data Pemprov DKI Jakarta mencatat 6.500-7.000 ton sampah di Jakarta perharinya. Perilaku membuang sampah pada tempatnya dan budaya malu membuang sampah sembarangan perlu digalakkan dari sekarang, karena sampah plastik membutuhkan waktu 500-1.000 tahun untuk dapat terurai.

Kantong plastik berbayar di Jakarta dan stop Kantong plastik gratis akan mulai dilaksanakan. Perda akan membentuk peraturan harus membayar Rp.5.000/plastik untuk di Jakarta, Rp.1.500 untuk di Balikpapan dan Rp.4.500 di Makassar. 

Tergantung dari kebijakan pemimpin daerah masing-masing, namun Kementerian LHK menetapkan minimal Rp.200/plastik. Jika semua peduli dengan sampah,kita bisa menghemat 1 Milyar 1 hari.

Mari kita bersama-sama menggunakan tas recyle, mulai dari diri kita sendiri serta memberi contoh kepada masyarakat lainnya untuk 3R (Reduce-Reuse-Recycle) atau salam 3 Jari (Pilah,Kompos,Daur Ulang). Yuk, buang sampah pada tempatnya, menggunakan produk daur ulang dan cintai lingkungan yang juga bagian dari Pengurangan Risiko Bencana. (acu).

Related posts