Padang Kembali jadi Lokasi Indian Ocean Wave (IOWave) 2016

PADANG – Kota Padang terpilih kembali menjadi lokasi penyelenggaraan Indian Ocean Wave 2016 selain Pacitan, Pangandaran dan Jakarta. IOWave ini adalah  latihan rutin dua tahunan tentang peringatan dini dan mitigasi tsunami untuk negara-negara di sepanjang Samudera Hindia. Indian Ocean Wave ini telah dilaksanakan pada tahun 2009 di kota Banda Aceh, Aceh Besar dan kora Sabang,  2011 di Aceh, Padang dan Bantul dan 2014 di Bali, Banyuwangi, Pacitan, Gunung Kidul, Bantul dan Kulon Progo.

“Padang kembali ditunjuk sebagai tuan rumah IOWave 2016 bersama Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Pandeglang,” papar Kalak BPBD-PK Rudi Rinaldi.

Ia menambahkan bahwa drill kali ini akan menguji sistem komunikasi BMKG dengan sitem komunikasi Pusdalops BPBD kota Padang, menguji SOP serta kesiapan masyarakat dalam proses evakuasi. Rudi juga menyampaikan tentang pentingnya menanamkan pemahaman masyarakat tentang bagaimana merespon peringatan dini tsunami.

Di Kota Padang sendiri, latihan kesiapan menghadapi tsunami dilakukan di satu titik, yakni di shelter Nurul Haq, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah. Siswa SMK Taruna, SMPN 13 Kota Padang, SD 52 serta masyarakat berpartisipasi dalam latihan ini. Sebanyak 700an orang termasuk SKPD terkait seperti Dinas Kesehatan, Satpol PP, BPBD Kota Padang dan BPBD provinsi terlibat dalam drill ini.

Indian Ocean Wave Exercise merupakan kegiatan untuk menguji sistem peringatan dini regional yang sudah dirintis sejak tahun 2006 pasca tsunami Aceh 26 Desember. Beberapa negara yang terkena dampak tsunami pada 26 Desember 2004 khususnya di kawasan Indian Ocean berkomitmen untuk berpartisipasi dan ikut serta dalam IOWAVE 2009 termasuk IndonesiIOWAve merupakan latihan rutin dua tahunan ICG/IOTWS (sistem peringatan dini dan mitigasi tsunami untuk negara-negara di sepanjang tepian Samudera Hindia) yang tahun ini diikuti oleh 28 negara, termasuk Indonesia.

Secara umum, tujuan dari penyelenggaraan IOWave adalah untuk menguji sistem Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS), menguji pemahaman dan respons, menguji rantai peringatan dini, dan menguji komunikasi daerah. (ayu)


Related posts