OPERASI DIINTESIFKAN, HOTSPOT DI RIAU BERKURANG

Kepala BNPB, Syamsul Maarif, selaku Dansatgas Operasi Terpadu Penanggulangan Bencana Asap Riau terus memimpin operasi darat dan udara untuk mengatasi bencana asap secara intensif. Kemenhut melaporkan pantauan satelit NOAA titik panas atau hotspot sejumlah 121 titik pada hari ini (29/3). Ada 52 hotspot berhasil dipadamkan oleh Satgas Ops dengan kekuatan darat dan udaranya. Hotspot terpantau di beberapa wilayah Riau dan terkonsentrasi di bagian utara dan timur Riau, seperti Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Siak, Pelalawan, dan Indragiri Hulu.

Pemadaman darat menggunakan personil dari TNI, Polri, Manggala Agni, Pemadam Kebakaran, dan satuan lain, bahkan dari beberapa perusahaan perkebunan. Lebih dari 2.000 personil saling bekerjasama untuk memadamkan api dan asap tersebut. Operasi hujan buatan kemarin berhasil menurunkan hujan di Pekanbaru, Bangkinang, Koto Kampar (Kampar), Pasir Pangarayan (3ohil), Sedinginan (Rohul), Dumai dant Tembilahan (Inhil). 
Hari ini hotspot terbanyak berada di wilayah Rokan Hilir dan Dumai. Asap berdampak pada kualitas udara di Kandis dan Bangko. Pemantauan kualitas udara dengan menggunakan indeks standar pencemaran udara (ISPU) menunjukkan angka di Kandis 500 dan Bangko 492. Angka tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara dalam kategori berbahaya. Satgas Udara mendapatkan tambahan bantuan 1 helicopter Bell TNI AU yang secara khusus mampu menggerakkan personil dan perlengkapan dengan cepat. Danrem 03/WB langsung menginstruksikan personil TNI dan Manggala Agni untuk memadamkan asap di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil agar asap tidak mengarah ke Pekanbaru dan mengganggu operasional bandara. Satgas Ops udara tetap terus mengoptimalkan hujan buatan dan water bombing.
Info lanjut hub: Tri Budiarto (Deputi Penanganan Darurat BNPB +6281256117463) dan Kolonel Andyawan (Dan Operasi Udara/Danlanud Roesmin Nurjadin PKU 081389011967).
Sutopo Purwo NugrohoKepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Related posts