MoC antara BNPB dan MFAT di Bidang Penanggulangan Bencana

JAKARTA – Menyadari pentingnya sebuah hubungan kerja yang baik di bidang penanggulanagan bencana untuk kesejahteraan dan keselamatan rakyat di kedua negara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB) dan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru (MFAT) pada hari Jumat (10/4) mengadakan Memorandum Kerja Sama (MoC). MoC yang diselenggarakan di Graha BNPB ini dihadiri oleh Kepala BNPB, para pejabat tinggi BNPB, perwakilan dari Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru, perwakilan Kedutaan Selandia Baru untuk Republik Indonesia, perwakilan dari Kementerian Luara Negeri RI, dan perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI. 

Duta Besar Selandia Baru untuk Republik Indonesia, Trevor Matheson mengatakan bahwa Selandia Baru mendapat sekitar 14.000 gempa stiap tahunnya. Seperti Indonesia, Selandia Baru merupakan bagian dari Cincin Api Pasifik. Selandia Baru dan Indonesia merasakan pentingnya memiliki alat yang efektif untuk kesiapsiagaan dan tanggap darurat. Untuk itu, Selandia Baru berkomitmen untuk mendukung pengembangan Indonesia National Disaster Response Framework (NRF). Untuk persiapan itu, pekan lalu Selandia Baru memfasilitasi misi awal oleh ANZDEC, menyediakan tim untuk memperbarui dokumen proyek untuk melihat kebutuhan riil BNPB di bawah pemerintahan baru di Indonesia. Hubungan Indonesia - Selandia Baru di bidang Penanggulangan Bencana diperkuat oleh Program Beasiswa New Zealand - ASEAN (NZ-AS). “Kami sangat senang menerima staf BNPB yang ingin belajar di Selandia Baru” ucap Trevor.

Dalam hal kerjasama Program Pemulihan, BNPB berharap Indonesia dan Selandia Baru akan mampu juga berkontribusi terhadap sub-kawasan seperti ASEAN, kawasan seperti Asia / Asia Pasifik maupun global dengan berbagi pengetahuan, pengalaman dan keahlian. Kepala BNPB Prof. Dr Syamsul Maarif M.Si. mengatakan “Kami juga mendorong pemanfaatan INA DRTG (terletak di Sentul, Bogor) sebagai tempat utama untuk pelatihan dan latihan yang relevan dengan Program Pemulihan yang menargetkan pada peserta daerah & internasional.”

Penandatanganan MoC yang dilakukan oleh Kepala BNPB  dan Duta Besar Selandia Baru untuk RI ini bertujuan untuk membangun kerja sama dalam bidang penanggulangan bencana yang berdasarkan pada persamaan, timbal balik dan keuntungan bersama  dan saling menghargai, serta memajukan hubungan dan kesepahaman bersama antara kedua pihak. Bidang kerja sama ini meliputi: 
• Pertukaran informasi dan pengetahuan di bidang penanggulangan bencana;
• Bantuan teknis, pelatihan dan peningkatan kapasitas di bidang penanggulangan bencana;
• Bantuan untuk tanggap darurat dan pemulihan dari bencana, jika diperlukan;
• Kegiatan lain yang diperlukan oleh kedua pihak.

Memorandum ini adalah hasil negosiasi yang cukup panjang, sejak Agustus 2013. Diharapkan MoC ini memperkuat kerja sama dan perhatian bersama dalam bidang kebencanaan sehingga tercipta perekonomian yang tangguh menghadapi bencana melalui kemitraan. (To)

Related posts