Meningkatkan Motivasi BPBD melalui Lomba Pasang Tenda Pengungsi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB) dari Bidang Logistik dan Peralatan mengadakan lomba pasang tenda seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota di Indonesia. Tujuan lomba ini adalah meningkatkan out put Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana sebagai negara yang rawan bencana melalui pelatihan. Hal ini sesuai UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (PB). berdasarkan pasal 5: Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan PB. Arahan Presiden RI tentang penyelenggaraan PB point (1) Pemerintah Kabupaten/Kota menjadi penanggung jawab utama penyelenggaraan PB di wilayahnya. Dalam rangka kesiapsiagaan penyelenggaraan PB maka dilakukan lomba pemasangan tenda pengungsi untuk meningkatkan keterampilan, kecepatan dan ketepatan agar korban bencana dapat ditangani.

Lomba pasang tenda diikuti 211 BPBD Provinsi/Kab/Kota di 23 Provinsi yaitu Sulawesi Selatan, Bali, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Maluku, Banten, Sumatera Selatan, Aceh, Papua Barat, Sulawesi Utara, Papua, Papua Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bengkulu, Jambi, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Sumatera Utara. Lomba diadakan di masing-masing provinsi dengan peserta dari Provinsi/Kabupaten/Kota. Dalam satu kelompok terdiri dari 10 orang peserta. Lomba diadakan secara bertahap di setiap Provinsi mulai dari tanggal 10 September sampai dengan 9 Oktober 2014.

Dalam salah satu pidatonya, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan Ir. Bambang Sulistianto mengatakan ‘’Bersaing dalam lomba pasang tenda pengungsi ini untuk mempersatukan BPBD di Provinsi DIY. Diharapkan dengan lomba ini seluruh BPBD di Indonesia bisa memasang tenda pengungsi. Hadiah 1- 3 mobil ranger, 4-5 mobil pick up dan pemenang 6-10 motor trail (lima kelompok masing-masing mendapatkan dua motor trail).”.

Seperti lomba yang diadakan di Propinsi DIY pada tanggal 23 September 2014 yang bertempat di halaman kantor Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DIY, Sekda Provinsi DIY dalam pidatonya mengatakan bahwa Yogyakarta memiliki bentangan yang luas, merupakan kota wisata, aman, nyaman dan tentram. Yogyakarta merupakan potensi bencana yang pernah mengalami gempa bumi pada tahun 2006. Letusan Gunung Merapi dan Kelud yang telah melumpuhkan aktivitas di Yogyakarta. Maka sudah pasti Yogyakarta membutuhkan reaksi sigap dalam menghadapi bencana. PB merupakan perwujudan fungsi pemerintahan, kesiapsiagaan dan peralatan bencana. Tenda pengungsi merupakan kebutuhan dasar, mempunyai fungsi tempat tinggal sementara. Lomba pasang tenda pengungsi diharapkan dapat mengukur kemampuan dan mengasah wawasan pemasangan tenda pengungsi yang baik dan tepat.

Pemenang lomba diambil sepuluh besar dari 211 kelompok, dengan penilaian kecepatan dengan bobot 60%, kerapihan 20%, yel-yel 10% dan variasi 10%. Pemenang hasil lomba pasang tenda pengungsi adalah Kabupaten Karang Anyar, Jepara, Solok Selatan, Sleman, Pekalongan, Batanghari, Temanggung, Provinsi Banten, Solok, Gianyar. Dalam lomba pasang tenda pengungsi waktu tercepat adalah 15.12 menit, tetapi hasilnya masih kurang memenuhi kriteria kerapihan. (to)

Related posts