Meningkatkan Kesiapsiagaan di Provinsi Sulawesi Utara 

MANADO - Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey,SE meresmikan Gedung Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana milik BPBD Provinsi Sulawesi Utara, yang merupakan salah satu bantuan dari BNPB (14/10). Hal ini sebagai salah satu upaya peningkatan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana serta penurunan Indeks Risiko Bencana. Kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana atau meningkatnya eskalasi kejadian bencana, menuntut kita harus melakukan penguatan kelembagaan baik di tingkat pusat (BNPB) dan BPBD di daerah. Salah satunya adalah mewujudkan Sistem Manajemen Bencana yang baik.

Upaya meningkatan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana serta penurunan Indeks Risiko Bencana, BNPB menetapkan 8 (delapan) kebijakan strategis, antara lain : 
1.Mempercepat penyelesaian pembangunan sistem peringatan dini nasional untuk bencana alam. 
2.Meningkatkan kapasitas masyarakat melalui program pembentukan desa tangguh bencana di 136 kab/kota. 
3.Membangun sistem logistik nasional di 6 wilayah pulau, beserta kelengkapan sarana transportasinya. 
4.Meningkatkan ketersediaan logistik dan peralatan kebencanaan daerah. 
5.Meningkatkan jumlah kajian risiko bencana. 
Meningkatkan kesiapaan sumber daya nasional dalam menghadapi kejadian keadaan darurat bencana (pendidikan, pelatihan, dsb). 
6.Percepatan manajemen pemulihan pasca bencana. 
7.Mengkoordinasikan upaya-upaya khusus untuk pengurangan dampak bencana hidrometeorologi. 
8. Provinsi Sulawesi Utara merupakan salah satu Provinsi yang tingkat rawan bencananya tinggi sehingga sewaktu-waktu dapat terjadi bencana. Terdapat 3 Kabupaten dan 2 Kota yang termasuk sasaran lokasi pengurangan risiko bencana 2015-2019, sebagaimana dalam urutan 57 s.d 61 yang merupakan potensi risiko bencana tergolong sedang hingga tinggi. 

Dibangunnya Gedung Pusat Pengendalian Operasi yang terintegrasi dengan Gudang Logistik dan Peralatan, diharapkan dapat memberikan pelayanan penanggulangan bencana secara cepat dan tepat di seluruh kabupaten/kota Sulawesi Utara dan Provinsi yang berdekatan bila membutuhkan. Meningkatkan kapasitas sumber daya yang berfungsi sebagai buffer stock logistik dan peralatan. Menjamin kualitas dan kuantitas Logistik dan Peralatan. BNPB juga telah membantu renovasi ruang pusdalops dan peralatan radio komunikasi interoperability. "Pentingnya Pusdalops dalam manajemen penanggulangan bencana. Juga harus dilengkapi dengan software dan hardware yg terkini untuk menunjang sistem informasi" ucap Kepala BNPB Willem Rampangilei. 

Senada dengan Kepala BNPB, Gubernur Sulawesi Utara mengatakan Pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan Sulut dalam menghadapi bencana. "Ditempat kami bencana banjir bandang merupakan bencana paling besar terakhir kali ini. Maka dari itu,kita harus meningkatkan kesiapsiagaan salah satunya Pusdalops dan dukungan logistik peralatan"  kata Olly Dondokambey. Secara simbolis bantuan Logistik dan Peralatan periode Januari-Oktober 2016, ke Provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten/Kota melalui Gubernur Sulawesi Utara senilai Rp.30 Milyar lebih. Logistik seperti Paket Makanan, Paket Sandang, Paket kidsware, Paket family kit, Selimut, Masker, Paket Kesehatan Keluarga, Paket Peralatan Dapur, Kantong Mayat, Matras dan Tenda Gulung. Peralatan antara lain, peralatan dasar seperti mobil komando, mobil rescue, motor trail, tenda keluarga dan pengungsi, genset, water treatment, perahu dan mesinnya, dan alat komunikasi. Peralatan penunjang seperti mobil dapur lapangan, mobil tangki air, mobil toilet, mobil penjernih air, dan light tower. Peralatan khusus seperti speedboat (dolphin, manta, fiber), pompa pemadam kebakaran, perahu amfibi, mobil evakuasi dan logistik.

Related posts