Masyarakat Kabupaten Aceh Utara Telah Kembali Pasca Banjir

JAKARTA – Masyarakat Kabupaten Aceh utara telah kembali dari pos pengungsian pascabencana banjir tiga hari lalu (17/1). Saat ini banjir telah surut. Banjir yang sebelumnya melanda 12 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi hingga debit air Sungai Kereuto dan Pase meluap. 

Masyarakat yang telah kembali tersebut berasal dari Kecamatan Mantangkuli, Tanah Luas, Samudera, Geurudong Pase, Muara Batu, Sawang, Pirak Timu, Lhoksukon, Nisam, Paya Bakong, Kuta Makmur dan Banda Baro. Pemerintah setempat mencatat lebih dari  seribu jiwa mengungsi ke tempat yang aman. Saat terjadi banjir, genangan air setinggi rata-rata 50 cm hingga 200 cm. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara mencatat kerusakan dari data sementara di Kecamatan Mantangkuli antara lain 3 unit pintu air rusak dan tanggul sepanjang 200 m jebol di Desa Tanjong Tgk. Ali, dan 1 unit pintu air dan tanggul jebol sepanjang 60 m di Desa Mee. Sementara itu, saluran irigasi rusak di Desa Ude. BPBD mencatat kebutuhan untuk perbaikan tanggul di Desa Mancang, Kecamatan Samudera.  

Upaya yang dilakukan pascabencana antara lain pendataan yang masih berlangsung, dan pemenuhan logistik masyarakat terdampak pascabencana. Terkait dengan pendataan fasilitas umum yang rusak, BPBD melibatkan BPBA dan Dinas Pekerjaan Umum melakukan kerjasama di lapngan.(PHI)

Related posts