LAUNCHING IRBI 2013 PADA ACARA ILMIAH TAHUNAN SURABAYA

Surabaya (3/5)_ Pada Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan 2014 di Surabaya, Kepala BNPB DR. Syamsul Maarif, MSi. dalam acara secara resmi meluncurkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2013. IRBI menggambarkan secara rinci tingkat kerawanan daerah di seluruh wilayah Negara Indonesia. BNPB telah melakukan penilaian tentang Indeks Kerawanan Bencana Indonesia sejak tahun 2009 yang terus diperbaharui dengan Indeks Rawan Bencana Indonesia 2011, dan Indeks Risiko Bencana 2013. Indeks ini selalu diperbaharui setiap dua tahun sekali.

Pada perhitungan kali ini, indeks yang dikaji adalah risiko bencana bukan lagi pada tingkat kerawanan bencana. Risiko bencana merupakan penilaian kemungkinan dari dampak yang diperkirakan apabila bahaya atau ancaman itu menjadi bencana. Dengan demikian perhitungan kali ini ditekankan pada potensi kemungkinan dan besarnya dampak yang diukur dari keterpaparan (exposure) dari setiap bahaya (hazard) dan gabungan dari beberapa hazard yang ada (multi hazards). Jadi apabila kerawanan yang lalu dihitung dari data korban/kerusakan yang tercatat (existing data) untuk setiap bencana, saat ini indeks risiko ini dihitung dari potensi kemungkinan korban dan dampak yang akan ditimbulkan dari suatu bencana.

Perubahan terminologi dari Indeks Rawan Bencana pada edisi tahun 2009 dan 2011 menjadi Indeks Risiko Bencana pada edisi 2013 didasarkan atas penyesuaian yang digunakan oleh UU 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Dengan berkembangnya metoda dan pengkajian risiko bencana, maka dalam penilaian Indeks Risiko Bencana Indonesia ini telah menggunakan parameter-parameter bahaya, kerentanan dan kapasitas sebagai penghitungan risiko bencana. Sebagai upaya untuk mengimplementasikan Pengurangan Risiko Bencana dan untuk kepentingan  perencanaan yang sudah terintegrasi, perlu ada informasi awal berupa suatu indeks dalam rangka penentuan skala prioritas kegiatan yang akan dilakukan.

Buku IRBI ini berusaha menganalisasi risiko yang mungkin timbul sebagaI akibat dari suatu bahaya berdasarkan analisa bahaya, Kerentanan dan kapasitas dari suatu daerah. Indeks Risiko Bencana ini bertujuan untuk memberikan informasi tingkat risiko bencana tiap-tiap kabupaten/kota di Indonesia sesuai dengan bahaya (hazard) yang dimiliki dan gabungan
dari bahaya (multi hazard) tersebut.

Related posts