Kunjungan Perdana Mensos ke BNPB

JAKARTA - Semenjak setelah dilantiknya Menteri Sosial, Kofifah Indah Parawansa dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK, kali pertama Mensos mengunjungi gedung BNPB,di Jl.Ir.H.Juanda no.36,Jakarta Pusat, Senin (17/11). Kepala BNPB, Prof.Dr.Syamul Maarif,M.Si bersama Sestama,Deputi Penanganan Darurat dan Kapusdatinmas menerima kunjungan tersebut. Kapusdatinmas,Dr.Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan alur informasi yang dilakukan BNPB saat terjadi bencana serta tahapan penyelenggaraan penanganan darurat bencana. Info awal, SRC/TRC PB melakukan kaji cepat, rapat koordinasi,penetapan status/keadaan darurat dan sistem komando penanganan darurat bencana (ps.47 PP No.21/2008). Kepala BNPB menambahkan strategi penanggulangan bencana ada empat poin, yakni; Menjauhkan masyarakat dari bencana, Jauhkan bencana dari masyarakat, Living harmoni bersama bencana, serta daya lenting. "Kita dorong masyarakat untuk bangkit kembali dari musibah bencana, sehingga masyarakat juga dilibatkan dalam penanggulangan bencana" ucapnya. Selanjutnya Kofifah menjelaskan maksud kedatangannya adalah ingin mengkaji ulang posisi kementerian sosial saat terjadinya bencana dan pasca bencana. "Saya datang ingin mengkaji, poinnya adalah apakah posisi Kemensos hanya menyiapkan dapur umum dan kebutuhan logistik atau juga dapat terlibat dalam pasca bencana" tuturnya. "Mohon kami juga disupport data mengenai Indeks risiko bencana" ucap Kofifah kepada Syamsul Maarif. "Kami akan menssupport dengan data yang kami miliki. Dapat juga kami hubungkan dengan angka kemiskinan akibat bencana dan data korban lansia" ucap Syamsul. Pada kunjungan tersebut, Mensos juga menyempatkan diri mengunjungi pusdalops BNPB dan melihat peta Indonesia dalam 3 dimensi untuk memetakan kawasan rawan bencana.(acu).

Related posts