Kunjungan Kerja Kepala BNPB di Palu

PALU - Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan bencana alam adalah siklus alam yang akan selalu berulang. Bangunan yang dibangun harus tahan gempa. Masyarakat Palu harus terus mempersiapkan diri, dan meningkatkan pencegahan dan kesiapsiagaan. "Bangun monumen di bibir Pantai Talise untuk mengenang bencana yang telah terjadi dan jumlah korban yang meninggal. Sehingga masyarakat dapat terus waspada agar siap untuk selamat" ucap Doni saat melakukan kunjungan kerja lapangan ke Kampung Nelayan, Desa Talise, Palu (19/4).

⁣Selain itu Kepala BNPB juga mengunjungi lokasi hunian tetap untuk relokasi penduduk yang terdampak tsunami. ⁣Bersama ⁣⁣Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola serta walikota dan bupati ke lokasi akan dibangunnya huntap.

Penyelesaian masalah lahan menjadi kewenangan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Namun kondisi di lapangan tidak dapat berjalan demikian, karena harus ada campur tangan pejabat pusat untuk menyelesaikan masalah izin lahan untuk relokasi penduduk yang terdampak tsunami. Simpang siurnya masalah di lapangan, akhirnya dapat diselesaikan pada saat itu juga dengan langsung turunnya Menteri ATR/BPN dan Kepala BNPB sebagai penjamin lahan yang akan digunakan untuk relokasi.

Adanya peraturan undang-undang No.24 tahun 2007 pasal 77 untuk pemberian kemudahan akses untuk penanggulangan bencana. Sebagai aparatur negara wajib memberikan pelayanan publik terbaik bagi rakyat. Masalah lahan tidak ada masalah,  sertifikat akan menyusul kemudian. Lahan sudah dapat dibangun untuk hunian tetap (huntap).

Adapun isi dari Pasal 77 UU No.24 tahun 2007 adalah Setiap orang yang dengan sengaja menghambat kemudahan akses sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun atau paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling sedikit Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah) atau denda paling banyak Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah).

Huntap yang dibangun ada 2 (dua) cara yakni di lokasi yang baru (relokasi) atau masyarat yang tinggal di daerah yang sama asalkan tidak di daerah patahan, daerah pesisir pantai dan daerah likuifaksi. Sebanyak 4.502 rumah akan dibangun huntap relokasi di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Palu. Dua huntap lainnya akan dibangun juga di Kelurahan Duyu, Kecamatan Palu Barat,  dan Kelurahan Pombewe, Kabupaten Sigi.

Menurut Gubernur Sulawesi pada 23 April 2019, masa transisi darurat di Palu akan selesai dan akan masuk dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi serta perbaikan infrastruktur.

Masyarakat sudah tau turun temurun mengenai potensi bencana di Palu. Masyarakat bersama pemerintah harus mau membangun bangunan tahan gempa.

*Humas BNPB*

#BudayaSadarBencana⁣⁣

#SiapUntuSelamat⁣⁣

#KitaJagaAlam⁣⁣

#AlamJagaKita

#PaluBangkit

#SultengBangkit

Related posts