KOLABORASI PEMERINTAH ANTISIPASI BANJIR JAKARTA

Belajar penanganan Banjir Jakarta pada awal tahun 2013, saat ini disikapi sangat serius oleh pemerintah dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana beserta unsur kementerian maupun lembaga dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di penghujung tahun 2013. BMKG telah memperkirakan “sifat hujan”, “prakiraan hujan” dan “potensi banjir bulanan” tahun 2013/2014. Prakiraan curah hujan pada 20 Desember 2013 di wilayah Jakarta akan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada siang hari dan curah hujan tinggi akan terjadi pada tanggal 21 – 22 Desember 2013. Patut diwaspadai curah hujan yang terjadi di wilayah bogor dengan intensitas hujan ringan hingga lebat sejak dini hari, 20 Desember 2013 yang dapat berdampak terjadinya peningkatan Tinggi Muka Air Bendungan Katulampa – Bogor Timur yang berpotensi banjir di Jakarta.

BNPB beserta kekuatan nasional lainnya mendukung Pemerintah DKI Jakarta sebagai aktor terdepan penanganan banjir. Koordinasi persiapan serta upaya penanganan banjir jakarta telah dilakukan pada 19 Desember 2013 bertempat di Kantor Direktorat Jenderal Sumber Daya Air – Kementerian Pekerjaan Umum. Berdasarkan Data Informasi Bencana Indonesia, kejadian bencana yang terjadi di Indonesia sepanjang Januari – Desember 2013 masih didominasi oleh bencana hidrometeorologi diantaranya banjir sebanyak 392 kejadian, angin puting beliung 386 dan tanah longsor 216 kejadian. Fakta banjir pada Januari 2013, tercatat 307 titik pengungsian dengan 83.928 jiwa yang perlu penanganan di wilayah DKI Jakarta.

Kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemda DKI Jakarta serta pihak swasta untuk antisipasi Banjir Jakarta telah dipersiapkan untuk mengurangi dampak terjadinya curah hujan tinggi pada pertengahan Desember 2103 hingga Februari 2014. Penanganan dampak banjir akan difokuskan di 23 titik yang tersebar diseluruh DKI Jakarta dengan 71.622 jiwa yang harus dilakukan penanganan dengan sebaran di Jakarta Timur 5 titik, Jakarta Selatan 1 Titik, Jakarta Pusat 1 Titik, Jakarta Barat 12 Titik dan Jakarta Utara 4 Titik. Pelaksanaan gladi dan simulasi yang dilaksanakan di Waduk Pluit, Kalibata dan Cengkareng sejak awal Desember 2013 dengan kolaborasi kesiapsiagaan oleh BNPB, BPBD DKI Jakarta, Kemensos, Kemen PU, Kemenkes, BPPT, Badan SAR, TNI dan POLRI sebagai wujud komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Inventarisasi kebutuhan logistik seperti beras, air bersih, sandang, family kits, kids ware, peralatan dapur hingga makanan cepat saji telah dilakukan. Potensi sumber daya peralatan untuk pengungsian seperti, tenda posko, tenda keluarga, tenda kesehatan, selimut, tikar, alat masak, rumah sakit lapangan hingga dukungan sanitasi siap untuk dimobilisasi, termasuk alat transportasi truk serbaguna, perahu karet, hingga perahu amphibi yang dipersiapkan oleh BNPB, Badan SAR, BPBD DKI dan juga kesiapan personil dari TNI sebanyak 1500 dan POLRI 100 personil.  Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai metodologi penanganan banjir jakarta dengan penyemaian Nacl (garam) dipersiapkan oleh BPPT dengan TNI AU yang akan diujicobakan dalam waktu dekat.

Berdasarkan pengalaman awal Januari 2013, data dan informasi kongrit memegang peranan penting untuk mendukung strategi nasional penanggulangan bencana termasuk data tenaga relawan, hal ini akan berpengaruh saat mobilisasi sumber daya yang akan datang. Pembentukan “Incident Commander/IC” untuk 5 wilayah DKI Jakarta perlu dimulai dan dipersiapkan sarananya oleh BPBD DKI Jakarta. Penetapan status siaga darurat banjir jakarta, saat ini perlu ditetapkan Pemerintah DKI Jakarta, dimana penetapan tersebut berpengaruh pada kelancaran pelaksanaan dilapangan. Hasil penting pertemuan persiapan antisipasi banjir Jakarta, BNPB dan BPBD DKI segera melakukan survei lapangan untuk mengecek kesiapan 23 titik lokasi serta penentuan gudang logistik dan pembentukan struktur “IC’ di 5 wilayah DKI Jakarta.

Bencana dapat diredam, kerentanan dapat diminimalisir dan kapasitas dapat ditingkatkan. Kolaborasi pemerintah dalam antipasi bencana banjir sebagai langkah menjauhkan masyarakat dari bencana, menjauhkan bencana dari masyarakat dan hidup harmoni dengan bencana.

Pusdatinmas BNPB

Related posts